Suahasil Gantikan Purbaya, CELIOS Ungkap Beban Berat Menkeu Baru
Esti setiyowati
Selasa, 15 September 2026 - 16:59 WIB
Suahasil Gantikan Purbaya, CELIOS Soroti Beban Berat Menkeu Baru. Foto: Kemenkeu
Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa tengah menjadi sorotan publik. Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai pergantian tersebut tidak sekedar bagian dari perombakan kabinet.
Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan kondisi fiskal menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah di tengah ambisi berbagai program Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga:Purbaya dan Suahasil Nazara Serta Nasib Sistem Ekonomi Konstitusi
"Dalam dua tahun masa jabatan Prabowo sudah ada tiga menteri keuangan. Ini bukan reshuffle tapi ini adalah tekanan dari sisi fiskal untuk mewujudkan ambisi-ambisi dari Prabowo," ujar Bhima, Selasa (15/9/2026).
Dia menyoroti besarnya beban utang pemerintah yang menurutnya mencapai Rp10.290 triliun pada akhir masa jabatan Purbaya sebagai Menteri Keuangan. Jika dibagi berdasarkan jumlah penduduk, termasuk bayi yang baru lahir, beban tersebut setara sekitar Rp35 juta utang pemerintah per orang.
Bhima menegaskan persoalan tersebut belum memperhitungkan utang proyek kereta cepat Whoosh yang kini ditanggung oleh APBN.
"Persoalannya, itu belum termasuk utang Whoosh kereta cepat yang sekarang ditanggung oleh APBN. Nah, dengan beban utang yang semakin berat ini tapi kemampuan bayar utang kita semakin jelek, semakin memburuk," katanya.
Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan kondisi fiskal menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah di tengah ambisi berbagai program Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga:Purbaya dan Suahasil Nazara Serta Nasib Sistem Ekonomi Konstitusi
"Dalam dua tahun masa jabatan Prabowo sudah ada tiga menteri keuangan. Ini bukan reshuffle tapi ini adalah tekanan dari sisi fiskal untuk mewujudkan ambisi-ambisi dari Prabowo," ujar Bhima, Selasa (15/9/2026).
Dia menyoroti besarnya beban utang pemerintah yang menurutnya mencapai Rp10.290 triliun pada akhir masa jabatan Purbaya sebagai Menteri Keuangan. Jika dibagi berdasarkan jumlah penduduk, termasuk bayi yang baru lahir, beban tersebut setara sekitar Rp35 juta utang pemerintah per orang.
Bhima menegaskan persoalan tersebut belum memperhitungkan utang proyek kereta cepat Whoosh yang kini ditanggung oleh APBN.
"Persoalannya, itu belum termasuk utang Whoosh kereta cepat yang sekarang ditanggung oleh APBN. Nah, dengan beban utang yang semakin berat ini tapi kemampuan bayar utang kita semakin jelek, semakin memburuk," katanya.