Luncurkan MBC, Haedar Sebut Penguat Pilar Pergerakan Muhammadiyah
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa upaya membangun kemandirian di bidang ekonomi merupakan pijakan penting dalam memperkuat langkah dan pergerakan persyarikatan. Penegasan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Grand Launching Mentari Bayt Coin (MBC) yang diselenggarakan di SM Tower Hotel belum lama ini.
Haedar menjelaskan bahwa kehadiran Mentari Bayt Coin (MBC)—sebuah inovasi ekonomi berbasis emas—merupakan langkah nyata untuk memperluas ekosistem bisnis organisasi sekaligus menopang pilar gerakan dalam menjalankan misi dakwah. Ia mengaku telah mencermati paparan dari tim pengembang terkait potensi dan keberlanjutan bisnis MBC sebelum memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut.
"Ini adalah program yang punya kekuatan bisnis masa depan, sekaligus juga menjadi penguat pilar pergerakan Muhammadiyah dalam menjalankan misi dakwah," ujar Haedar.
Baca Juga:Tembus Rp5,3 Triliun, Ini yang Bikin Pembiayaan Consumer Bank Muamalat Melonjak
Meski ekosistem bisnis Muhammadiyah terus dibenahi, Guru Besar Sosiologi UMY ini mengingatkan bahwa jiwa kewirausahaan sejatinya telah berakar kuat sejak awal berdirinya organisasi di berbagai basis ekonomi warga. Haedar juga menggarisbawahi bahwa sikap mandiri tidak lantas membuat Muhammadiyah menutup diri dari pihak luar. Sikap tersebut justru harus diselaraskan dengan iklim kolaborasi, sinergi, dan perluasan jaringan kemitraan sebagai bagian dari etos pengembangan amal usaha.
Lebih lanjut, Haedar menyampaikan bahwa ekspansi unit ekonomi Muhammadiyah, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, sosial, hingga bisnis, tidak ditujukan untuk kepentingan internal semata. "Bukan untuk Muhammadiyah, tapi untuk umat, untuk masyarakat, untuk bangsa," tegasnya seperti dikutip Aisyiyah.id.
Ia mengorelasikan aktivitas ekonomi ini dengan spirit Islam Berkemajuan yang harus mengejawantah dalam sistem, budaya, dan tindakan nyata yang berorientasi pada kemaslahatan serta menghindari kerusakan. Terkait pengelolaan sumber daya alam, Haedar mengingatkan pentingnya penerapan ilmu pengetahuan dan rasa tanggung jawab. Jika sebuah aktivitas eksplorasi berdampak pada lingkungan, maka pemulihan serta rehabilitasi wajib dilakukan.