Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 05 November 2026
home global news detail berita

BTN Perluas Waste Station ke Banyumas, Dorong Sampah Rumah Tangga Jadi Sumber Penghasilan

zada nur ilma Kamis, 05 November 2026 - 16:19 WIB
BTN Perluas Waste Station ke Banyumas, Dorong Sampah Rumah Tangga Jadi Sumber Penghasilan
BTN menghadirkan Waste Station di Purwokerto untuk mengubah sampah menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat.
LANGIT7.ID-Purwokerto;

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meresmikan Waste Station di Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (5/11/2026). Fasilitas hasil kolaborasi BTN, Pemerintah Kabupaten Banyumas, dan Rekosistem ini memungkinkan masyarakat menukar sampah anorganik menjadi nilai ekonomi yang dapat dicairkan melalui rekening BTN.

Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan, pengembangan Waste Station merupakan bagian dari strategi Beyond Mortgage. Melalui strategi tersebut, BTN memperluas perannya dari pembiayaan perumahan menjadi pengembangan ekosistem yang mendukung kualitas hidup masyarakat. “Sekarang BTN itu sudah Beyond Mortgage.

Nah, Beyond Mortgage-nya itu kita bukan hanya mengelola rumah, tapi juga semua ekosistemnya,” ujar Hermita dalam peresmian Waste Station di Alun-Alun Purwokerto. Menurut Hermita, BTN mengembangkan lima ekosistem utama, yakni pemerintah daerah, kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan perdagangan. Seluruh sektor tersebut berkaitan dengan kebutuhan hunian dan aktivitas masyarakat, termasuk persoalan sampah.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, sampah rumah tangga menyumbang sekitar 50,8 persen dari total timbulan sampah nasional yang mencapai 33,79 juta ton. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari lingkungan permukiman.
Hermita mengatakan, BTN membuka peluang kerja sama dengan pengembang perumahan, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah untuk memperluas pengelolaan sampah.

Salah satu upaya yang didorong ialah penyediaan fasilitas pemilahan sampah di kawasan perumahan agar masyarakat terbiasa mengelolanya sejak dari rumah. BTN juga mendorong pemberdayaan generasi muda melalui pelatihan dan business matching dengan pelaku usaha, termasuk pengembang perumahan.

Ke depan, Waste Station diharapkan dapat mengembangkan pengelolaan sampah organik selain sampah anorganik. “Jangan cuma kita memindahkan sampah, tapi mengelola sampah,” tegas Hermita. Waste Station Alun-Alun Purwokerto memiliki kapasitas pengumpulan rata-rata sekitar 4 ton sampah per bulan. Fasilitas ini beroperasi setiap Selasa hingga Minggu pukul 09.00–18.00 WIB.

Masyarakat dapat menyetorkan sampah anorganik, seperti botol plastik, kardus, kertas, kaleng, kaca, dan limbah elektronik melalui aplikasi Rekosistem. Sampah yang ditimbang akan dikonversi menjadi poin berdasarkan jenis dan beratnya. Poin tersebut selanjutnya dapat dicairkan menjadi uang melalui rekening BTN. Sebelumnya, BTN juga telah menghadirkan Waste Station di Situbondo, Jawa Timur.

Fasilitas tersebut telah mengumpulkan sekitar 6,8 ton sampah anorganik dengan partisipasi 32 pengguna. Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup, Vinda Damayanti Ansjar, mengatakan kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, sektor perbankan, dan masyarakat menjadi kunci membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Menurut Vinda, Banyumas telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah, mulai dari TPST, TPST 3R, fasilitas RDF, hingga recycling center.

Kehadiran Waste Station diharapkan memperkuat jaringan pengumpulan sampah terpilah yang terhubung dengan pelaku daur ulang dan industri pemanfaatan material. “Keterlibatan sektor perbankan juga membuka peluang untuk menghubungkan pengelolaan sampah dengan layanan dan insentif keuangan, sehingga masyarakat dapat merasakan secara langsung manfaat dari kebiasaan memilah sampah,” ujar Vinda. Ia menegaskan, keberhasilan Waste Station tidak cukup diukur dari keberadaan fasilitas atau seremoni peresmian.

Dampaknya harus terlihat dari keterlibatan masyarakat, jumlah sampah yang berhasil dipilah dan didaur ulang, serta manfaat ekonomi dan lingkungan yang dihasilkan. Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Saat ini, timbulan sampah di Banyumas mencapai sekitar 738 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 573 ton atau 77,76 persen telah terkelola, sedangkan 164 ton lainnya masih membutuhkan penanganan lebih lanjut. Sadewo menjelaskan, pemerintah daerah terus mendorong pengelolaan sampah dari hulu melalui pemilahan di tingkat rumah tangga, pemberdayaan kelompok swadaya masyarakat, serta penyediaan fasilitas pengolahan di desa dan kelurahan. “Cara pandang kita terhadap sampah juga harus berubah.

Sampah tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dikumpulkan, diangkut lalu dibuang,” kata Sadewo. Ia berharap kehadiran Waste Station dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari material yang masih bisa dimanfaatkan kembali. “Mari kita jadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan Banyumas yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan,” pungkas Sadewo.

(*/zd)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 05 November 2026
Imsak
03:58
Shubuh
04:08
Dhuhur
11:40
Ashar
14:57
Maghrib
17:50
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan