Bahagialah Pecinta Film Horor, Jeritannya Bisa Jadi Terapi Kesehatan
Muhammad rifai akif
Rabu, 27 Oktober 2021 - 13:45 WIB
Jeritan saat menonton membantu menghilangkan stres juga kecemasan. Foto : LANGIT7/iStock
Menonton film horor tak hanya memberi Anda lebih dari sekedar ketakutan saja, melainkan jeritan saat menonton membantu menghilangkan stres juga kecemasan.
Menurut sutradara film "A Nightmare on Elm Street" dan "Scream", Wes Craven, melihat film horor tak hanya menciptrakan ketakutan, malah melepaskan rasa takut itu sendiri. Bagi Craven dengan menonton film horor atau terlibat dengan hal-hal yang membuat takut bisa menjadi bentuk katarsis sendiri.
Sejalan dengan itu, asisten profesor di Departemen Bahasa Inggris Universitas Colorado, Denver, Amerika Serikat, Andrew Scahill mengatakan pada usia 30-an, ada banyak kecemasan tentang apa yang dikonsumsi orang dan apakah itu mengubah mereka, terutama anak-anak.
Baca juga : Film Nussa The Movie Masih Tayang di Bioskop, Ramai Ditonton Anak-anak
"Ada kekhawatiran tentang apa yang membuat orang tergoda oleh genre horor," kata Scahill. "Kritik awal pada film datang dari tempat ini di mana film horor memungkinkan sadisme, pada dasarnya itu memberi daging dan tubuh pada fantasi yang seharusnya tidak diperkuat," tambah Scahill seperti dikutip dari Healthline.
Jeritan awalnya dianggap sebagai aktivitas pasif saja. Kritikus dan pengamat memperhatikan fakta bahwa penonton yang menonton film malah bertindak sebagai reseptor aktif terhadap materi yang disajikan kepada mereka. Jadi, suasana film yang gelap ditambah audio yang mendukung seperti di film horors, dapat menjadi kebutuhan untuk merangsang kepekaan saraf panca indera.
Menurut Kurt Oaklee, MA, MFT, yang merupakan pendiri Oaklee Psikoterapi di San Francisco, California mengatakan pengalaman menonton dengan film horor mirip dengan praktik terapi pembongkaran atau pembukaan. Di mana penonton dihadapkan dengan stresor dalam lingkungan yang terkendali untuk mengurangi dampaknya.
Menurut sutradara film "A Nightmare on Elm Street" dan "Scream", Wes Craven, melihat film horor tak hanya menciptrakan ketakutan, malah melepaskan rasa takut itu sendiri. Bagi Craven dengan menonton film horor atau terlibat dengan hal-hal yang membuat takut bisa menjadi bentuk katarsis sendiri.
Sejalan dengan itu, asisten profesor di Departemen Bahasa Inggris Universitas Colorado, Denver, Amerika Serikat, Andrew Scahill mengatakan pada usia 30-an, ada banyak kecemasan tentang apa yang dikonsumsi orang dan apakah itu mengubah mereka, terutama anak-anak.
Baca juga : Film Nussa The Movie Masih Tayang di Bioskop, Ramai Ditonton Anak-anak
"Ada kekhawatiran tentang apa yang membuat orang tergoda oleh genre horor," kata Scahill. "Kritik awal pada film datang dari tempat ini di mana film horor memungkinkan sadisme, pada dasarnya itu memberi daging dan tubuh pada fantasi yang seharusnya tidak diperkuat," tambah Scahill seperti dikutip dari Healthline.
Jeritan awalnya dianggap sebagai aktivitas pasif saja. Kritikus dan pengamat memperhatikan fakta bahwa penonton yang menonton film malah bertindak sebagai reseptor aktif terhadap materi yang disajikan kepada mereka. Jadi, suasana film yang gelap ditambah audio yang mendukung seperti di film horors, dapat menjadi kebutuhan untuk merangsang kepekaan saraf panca indera.
Menurut Kurt Oaklee, MA, MFT, yang merupakan pendiri Oaklee Psikoterapi di San Francisco, California mengatakan pengalaman menonton dengan film horor mirip dengan praktik terapi pembongkaran atau pembukaan. Di mana penonton dihadapkan dengan stresor dalam lingkungan yang terkendali untuk mengurangi dampaknya.