LANGIT7.ID - , Jakarta - Menonton film horor tak hanya memberi Anda lebih dari sekedar ketakutan saja, melainkan jeritan saat menonton membantu menghilangkan stres juga kecemasan.
Menurut sutradara film "A Nightmare on Elm Street" dan "Scream", Wes Craven, melihat film horor tak hanya menciptrakan ketakutan, malah melepaskan rasa takut itu sendiri. Bagi Craven dengan menonton film horor atau terlibat dengan hal-hal yang membuat takut bisa menjadi bentuk katarsis sendiri.
Sejalan dengan itu, asisten profesor di Departemen Bahasa Inggris Universitas Colorado, Denver, Amerika Serikat, Andrew Scahill mengatakan pada usia 30-an, ada banyak kecemasan tentang apa yang dikonsumsi orang dan apakah itu mengubah mereka, terutama anak-anak.
Baca juga : Film Nussa The Movie Masih Tayang di Bioskop, Ramai Ditonton Anak-anak"Ada kekhawatiran tentang apa yang membuat orang tergoda oleh genre horor," kata Scahill. "Kritik awal pada film datang dari tempat ini di mana film horor memungkinkan sadisme, pada dasarnya itu memberi daging dan tubuh pada fantasi yang seharusnya tidak diperkuat," tambah Scahill seperti dikutip dari Healthline.
Jeritan awalnya dianggap sebagai aktivitas pasif saja. Kritikus dan pengamat memperhatikan fakta bahwa penonton yang menonton film malah bertindak sebagai reseptor aktif terhadap materi yang disajikan kepada mereka. Jadi, suasana film yang gelap ditambah audio yang mendukung seperti di film horors, dapat menjadi kebutuhan untuk merangsang kepekaan saraf panca indera.
Menurut Kurt Oaklee, MA, MFT, yang merupakan pendiri Oaklee Psikoterapi di San Francisco, California mengatakan pengalaman menonton dengan film horor mirip dengan praktik terapi pembongkaran atau pembukaan. Di mana penonton dihadapkan dengan stresor dalam lingkungan yang terkendali untuk mengurangi dampaknya.
Artinya menjerit saat menonton film horor yang bisa menjadi terapi adalah manakala penonton tersebut memiliki stres, baik itu stresor fisik atau jasmani, stresor psikologi (kesepian, patah hati, iri hati, konflik), ataupun stresor sosial budaya (menganggur, pensiun, PHK, perceraian).
Menjerit menurut Oaklee bisa mengurangi dampak dari stres tersebut.
Oaklee menunjuk pada sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam jurnal NeuroImage, yang menemukan bahwa film menakutkan memang dapat memicu ketakutan dalam tubuh kita, menghasilkan espons "lawan atau lari" seperti halnya peristiwa menakutkan dalam kehidupan nyata jika melihat sesuatu yang seram.
Baca juga : Film "Pintu Surga Terakhir" Cerita Pengorbanan Anak Perempuan untuk AyahnyaKarena itu, menurut Oaklee "Film horor dapat berdampak negatif pada beberapa orang, terutama mereka yang lebih sensitif terhadap kecemasan, karena apa yang mereka tonton di layar justru dapat meningkatkan perasaan stres dan panik."
Tetapi bagi yang lain, Oaklee mengatakan: "Pengalaman menonton film horor dapat membantu menghilangkan stres dari kehidupan sehari-hari mereka, membuat mereka merasa lebih berdaya dan tangguh."
(est)