Santri Daar Assalam Atthohiriyah Belajar Langsung dari Gedung Parlemen hingga Museum TNI
Ahmad zuhdi
Rabu, 23 September 2026 - 18:54 WIB
Santri Daar Assalam Atthohiriyah Belajar Langsung dari Gedung Parlemen hingga Museum TNI. Foto: Dok Pesantren
Belajar tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Ratusan santri putra dan putri Pondok Pesantren Modern Tahfidz Qur’an Daar Assalam Atthohiriyah mengikuti studi edukasi ke Gedung Parlemen DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan ini diikuti seluruh santri bersama para ustaz dan ustazah dengan penuh antusias. Para santri tidak hanya melihat Gedung DPR/MPR RI dari luar, tetapi berkesempatan masuk, mengikuti pemaparan, berdiskusi, bertanya, serta mendapatkan pengalaman langsung tentang salah satu pusat aktivitas kelembagaan negara.
Dalam sesi edukasi, pihak pengelola Gedung DPR/MPR RI memberikan penjelasan mengenai lingkungan dan fungsi gedung. Sejumlah santri kemudian aktif mengajukan pertanyaan dan mengikuti diskusi. Beberapa santri yang mampu menjawab pertanyaan juga memperoleh hadiah dari pengelola gedung.
Bagi sebagian santri, kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertama memasuki Gedung DPR/MPR RI. Karena itu, kegiatan tidak sekadar menjadi perjalanan edukatif, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru yang diharapkan melekat sebagai bagian dari proses pembentukan wawasan dan karakter santri.
Pengasuh Pondok Pesantren Modern Tahfidz Qur’an Daar Assalam Atthohiriyah, KH Qudsi Ahmad dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan penerapan pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning).
“Santri tidak cukup hanya belajar dari buku. Mereka perlu melihat langsung, merasakan suasananya, berdiskusi, dan mendapatkan pengalaman nyata. Hari ini mereka belajar di gedung yang menjadi bagian penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran di luar kelas dapat mempertemukan pengetahuan yang diperoleh santri dengan realitas kehidupan. Dengan demikian, santri diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga wawasan kebangsaan serta pengalaman sosial yang lebih luas.
Kegiatan ini diikuti seluruh santri bersama para ustaz dan ustazah dengan penuh antusias. Para santri tidak hanya melihat Gedung DPR/MPR RI dari luar, tetapi berkesempatan masuk, mengikuti pemaparan, berdiskusi, bertanya, serta mendapatkan pengalaman langsung tentang salah satu pusat aktivitas kelembagaan negara.
Dalam sesi edukasi, pihak pengelola Gedung DPR/MPR RI memberikan penjelasan mengenai lingkungan dan fungsi gedung. Sejumlah santri kemudian aktif mengajukan pertanyaan dan mengikuti diskusi. Beberapa santri yang mampu menjawab pertanyaan juga memperoleh hadiah dari pengelola gedung.
Bagi sebagian santri, kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertama memasuki Gedung DPR/MPR RI. Karena itu, kegiatan tidak sekadar menjadi perjalanan edukatif, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru yang diharapkan melekat sebagai bagian dari proses pembentukan wawasan dan karakter santri.
Pengasuh Pondok Pesantren Modern Tahfidz Qur’an Daar Assalam Atthohiriyah, KH Qudsi Ahmad dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan penerapan pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning).
“Santri tidak cukup hanya belajar dari buku. Mereka perlu melihat langsung, merasakan suasananya, berdiskusi, dan mendapatkan pengalaman nyata. Hari ini mereka belajar di gedung yang menjadi bagian penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran di luar kelas dapat mempertemukan pengetahuan yang diperoleh santri dengan realitas kehidupan. Dengan demikian, santri diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga wawasan kebangsaan serta pengalaman sosial yang lebih luas.