Peneliti Bongkar Formasi Misterius di Turki, Benarkah Itu Bahtera Nabi Nuh?
Esti setiyowati
Sabtu, 03 Oktober 2026 - 10:02 WIB
Peneliti Bongkar Formasi Misterius di Turki, Benarkah Itu Bahtera Nabi Nuh?
Sebuah tim peneliti yang dipimpin Sivas Cumhuriyet University tengah menyelidiki formasi geologi berbentuk menyerupai kapal di Durupinar dekat Gunung Ararat, Turki.
Formasi yang pertamakali ditemukan pada 11 September 1959 ini dikaitkan dengan dugaan lokasibahtera Nabi Nuh. Namun, penelitian terbaru belum dapat memastikan apakah struktur tersebut merupakan struktur alami atau memiliki kemungkinan berasal dari aktivitas manusia pada masa lampau.
Penelitian lapangan 2026 dimulai pada 28 Juni dan berlangsung hingga 11 September. Sekitar 20 peneliti dan mahasiswa dari lima negara terlibat dalam program tersebut.
Baca juga: Kisah Inspiratif David Steward: Orang Kulit Hitam Terkaya di Amerika, Ternyata Belajar Dari Kisah Nabi Nuh
Sejumlah metode ilmiah digunakan, mulai dari pemetaan GPS, pemodelan medan digital, ground-penetrating radar (GPR), hingga pengeboran inti atau core drilling.
Dalam proses pengeboran, tim berhasil mencapai kedalaman hingga 18 meter di bawah permukaan formasi.
1.000 Sampel Tanah Dikumpulkan
Formasi yang pertamakali ditemukan pada 11 September 1959 ini dikaitkan dengan dugaan lokasibahtera Nabi Nuh. Namun, penelitian terbaru belum dapat memastikan apakah struktur tersebut merupakan struktur alami atau memiliki kemungkinan berasal dari aktivitas manusia pada masa lampau.
Penelitian lapangan 2026 dimulai pada 28 Juni dan berlangsung hingga 11 September. Sekitar 20 peneliti dan mahasiswa dari lima negara terlibat dalam program tersebut.
Baca juga: Kisah Inspiratif David Steward: Orang Kulit Hitam Terkaya di Amerika, Ternyata Belajar Dari Kisah Nabi Nuh
Sejumlah metode ilmiah digunakan, mulai dari pemetaan GPS, pemodelan medan digital, ground-penetrating radar (GPR), hingga pengeboran inti atau core drilling.
Dalam proses pengeboran, tim berhasil mencapai kedalaman hingga 18 meter di bawah permukaan formasi.
1.000 Sampel Tanah Dikumpulkan