Indonesia - Prancis Perkuat Kemitraan Budaya, Dorong Revitalisasi Situs Budaya hingga Kolaborasi Perfilman
Tim langit 7
Kamis, 08 Oktober 2026 - 11:22 WIB
Indonesia - Prancis Perkuat Kemitraan Budaya, Dorong Revitalisasi Situs Budaya hingga Kolaborasi Perfilman
Paris, 8 Oktober 2026 — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Republik Prancis, Catherine Pégard, pada Rabu (07/10/2026). Kedua Menteri sepakat memperkuat kemitraan strategis kebudayaan Indonesia–Prancis melalui sejumlah agenda konkret, mencakup peningkatan visibilitas budaya Indonesia di Prancis, pelindungan warisan dan situs budaya, perfilman dan industri budaya, serta kerja sama di bidang museum, sastra, musik, penciptaan kontemporer, dan UNESCODialog bilateral ini turut dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar, Bariza Khiari (Ketua ALIPH), Valéry Freland (Direktur ALIPH), serta Marie Lavandier (Presiden Centre des monuments nationaux/CMN), sebagai mitra utama dalam pelindungan warisan budaya serta pengelolaan dan pengembangan situs bersejarah.
Menbud Fadli Zon menjelaskan, kerja sama budaya kedua negara melalui Deklarasi Borobudur 2025 terus berkembang di berbagai bidang. “Indonesia dan Prancis memiliki hubungan budaya yang panjang dan sangat kaya. Kami ingin kemitraan ini semakin konkret, resiprokal, dan memberi ruang yang lebih luas bagi masyarakat kedua negara untuk mengenal kekayaan budaya satu sama lain,” ujar Menbud Fadli Zon.
Dalam pertemuan tersebut, Menbud Fadli Zon menyampaikan rencana penguatan visibilitas kebudayaan Indonesia di Prancis melalui sejumlah program budaya di Prancis, antara lain konser atau resital musik Indonesia, pameran mode yang menampilkan tradisi tekstil dan kreativitas kontemporer Indonesia, serta pameran seni rupa Indonesia. “Indonesia adalah negara dengan keragaman budaya yang sangat besar. Kami ingin semakin banyak karya, seniman, musisi, desainer, dan ekspresi budaya Indonesia hadir dan dikenal oleh masyarakat Prancis,” tegas Menbud Fadli Zon.
Menteri Kebudayaan Prancis Catherine Pégard menyambut positif rencana tersebut, dan menyampaikan komitmen serupa dalam memperkuat hubungan dan kerja sama budaya kedua negara. “Prancis menyambut baik meluasnya kerja sama kebudayaan dengan Indonesia. Institusi-institusi kebudayaan Prancis siap mendukung berbagai inisiatif bersama, baik dalam memperkuat kehadiran budaya Indonesia di Prancis maupun dalam pelindungan warisan budaya,” ujar Menteri Pégard.
Pelindungan warisan budaya menjadi salah satu pembahasan utama melalui kerja sama dengan ALIPH Foundation yang berfokus pada pelindungan warisan budaya terdampak konflik, krisis, dan bencana alam. Setelah keberhasilan konservasi Masjid Wapauwe di Maluku pada 2025, Kementerian Kebudayaan akan kembali bekerja sama dengan ALIPH dalam revitalisasi 10 proyek prioritas di 8 provinsi, meliputi Tjong A Fie House di Medan; Rumah Betang di Putussibau, Kalimantan Barat; kawasan Kota Tua Jakarta dan Museum Bahari; Candi Borobudur di Jawa Tengah; Desa Sendangduwur di Jawa Timur; Gua Leang Karampuang di Sulawesi Selatan; rumah vernakular Mabur di Alor, Nusa Tenggara Timur; Gereja Santo Petrus dan Paulus di Lorulun, Kepulauan Tanimbar; Desa Adat Kaitetu di Maluku Tengah; serta Museum Rumphius di Hila, Maluku Tengah.
Di sektor perfilman, Kementerian Kebudayaan tengah mendorong pembentukan Indonesia International Film Co-production Fund yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027, dengan dukungan teknis dari Centre National du Cinéma et de l'Image Animée (CNC) Prancis. Kedua negara juga menyiapkan Indonesia–France Film Lab ke-3 di JAFF Market, serta membahas upaya memperkuat kehadiran Indonesia di Cannes 2028. “Hubungan dan jejaring yang telah dibangun dengan CNC sangat kuat dan sangat baik,” ujar Menteri Pégard, seraya mendorong penguatan kerja sama perfilman kedua negara.
Di bidang warisan budaya dan museum, kedua Menteri menindaklanjuti kerja sama peningkatan kapasitas konservasi dan permuseuman melalui CMN, lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan, pelestarian, dan pengembangan monumen bersejarah di Prancis. Menbud Fadli Zon menekankan pentingnya penguatan konservasi Borobudur, termasuk pelindungan relief dari tekanan lingkungan dan perubahan iklim.
Menbud Fadli Zon menjelaskan, kerja sama budaya kedua negara melalui Deklarasi Borobudur 2025 terus berkembang di berbagai bidang. “Indonesia dan Prancis memiliki hubungan budaya yang panjang dan sangat kaya. Kami ingin kemitraan ini semakin konkret, resiprokal, dan memberi ruang yang lebih luas bagi masyarakat kedua negara untuk mengenal kekayaan budaya satu sama lain,” ujar Menbud Fadli Zon.
Dalam pertemuan tersebut, Menbud Fadli Zon menyampaikan rencana penguatan visibilitas kebudayaan Indonesia di Prancis melalui sejumlah program budaya di Prancis, antara lain konser atau resital musik Indonesia, pameran mode yang menampilkan tradisi tekstil dan kreativitas kontemporer Indonesia, serta pameran seni rupa Indonesia. “Indonesia adalah negara dengan keragaman budaya yang sangat besar. Kami ingin semakin banyak karya, seniman, musisi, desainer, dan ekspresi budaya Indonesia hadir dan dikenal oleh masyarakat Prancis,” tegas Menbud Fadli Zon.
Menteri Kebudayaan Prancis Catherine Pégard menyambut positif rencana tersebut, dan menyampaikan komitmen serupa dalam memperkuat hubungan dan kerja sama budaya kedua negara. “Prancis menyambut baik meluasnya kerja sama kebudayaan dengan Indonesia. Institusi-institusi kebudayaan Prancis siap mendukung berbagai inisiatif bersama, baik dalam memperkuat kehadiran budaya Indonesia di Prancis maupun dalam pelindungan warisan budaya,” ujar Menteri Pégard.
Pelindungan warisan budaya menjadi salah satu pembahasan utama melalui kerja sama dengan ALIPH Foundation yang berfokus pada pelindungan warisan budaya terdampak konflik, krisis, dan bencana alam. Setelah keberhasilan konservasi Masjid Wapauwe di Maluku pada 2025, Kementerian Kebudayaan akan kembali bekerja sama dengan ALIPH dalam revitalisasi 10 proyek prioritas di 8 provinsi, meliputi Tjong A Fie House di Medan; Rumah Betang di Putussibau, Kalimantan Barat; kawasan Kota Tua Jakarta dan Museum Bahari; Candi Borobudur di Jawa Tengah; Desa Sendangduwur di Jawa Timur; Gua Leang Karampuang di Sulawesi Selatan; rumah vernakular Mabur di Alor, Nusa Tenggara Timur; Gereja Santo Petrus dan Paulus di Lorulun, Kepulauan Tanimbar; Desa Adat Kaitetu di Maluku Tengah; serta Museum Rumphius di Hila, Maluku Tengah.
Di sektor perfilman, Kementerian Kebudayaan tengah mendorong pembentukan Indonesia International Film Co-production Fund yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027, dengan dukungan teknis dari Centre National du Cinéma et de l'Image Animée (CNC) Prancis. Kedua negara juga menyiapkan Indonesia–France Film Lab ke-3 di JAFF Market, serta membahas upaya memperkuat kehadiran Indonesia di Cannes 2028. “Hubungan dan jejaring yang telah dibangun dengan CNC sangat kuat dan sangat baik,” ujar Menteri Pégard, seraya mendorong penguatan kerja sama perfilman kedua negara.
Di bidang warisan budaya dan museum, kedua Menteri menindaklanjuti kerja sama peningkatan kapasitas konservasi dan permuseuman melalui CMN, lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan, pelestarian, dan pengembangan monumen bersejarah di Prancis. Menbud Fadli Zon menekankan pentingnya penguatan konservasi Borobudur, termasuk pelindungan relief dari tekanan lingkungan dan perubahan iklim.