LANGIT7.ID-, Sri Lanka - Mantan Ibu Negara Sri Lanka, Shiranthi Rajapaksa, telah ditangkap atas tuduhan penyalahgunaan dana sumbangan yang dikumpulkan untuk sebuah rumah sakit anak. Pengumpulan dana dilakukan melalui badan amal yang terkait dengannya.
Otoritas antikorupsi menangkap istri mantan Presiden Mahinda Rajapaksa yang berusia 73 tahun itu di kediaman mereka di Kolombo pada hari Rabu (7/10).
Mereka sedang memeriksanya terkait dana sumbangan sebesar 10 juta rupee atau sekira Rp542 juta, yang dikumpulkan oleh badan amal Siriliya Saviya. Dana tersebut rencananya digunakan untuk membeli alat pemindai (scanner) khusus bagi Rumah Sakit Anak Lady Ridgeway di Kolombo.
Namun menurut pihak berwenang, alat pemindai semacam itu sebenarnya telah disumbangkan oleh pemerintah Tiongkok.
Atas tuduhan tersebut, Shiranthi Rajapaksa membantah melakukan kesalahan apa pun dan menyatakan bahwa dana tersebut tidak disalahgunakan.
Baca juga: Mantan Presiden Rajapaksa Kembali ke Sri Lanka Setelah Kabur dari Luar NegeriSebelum ditangkap, Shiranthi baru saja kembali ke Sri Lanka dari Singapura untuk menjalani perawatan medis, Senin (5/10). Kemudian Ia sempat mengajukan permohonan ke pengadilan untuk mencegah penangkapannya, namun sidang terkait permohonan tersebut dijadwalkan pada tanggal 12 Oktober.
Juru bicara mantan Presiden Mahinda Rajapaksa, Manoj Gamage, menyatakan bahwa dana tersebut tersimpan aman di rekening Siriliya dan tidak terjadi penipuan apa pun.
Mahinda Rajapaksa menjabat sebagai presiden Sri Lanka dari tahun 2005 hingga 2015, dan selama bertahun-tahun, keluarganya memegang kendali kuat atas politik negara tersebut. Ia dipuji oleh banyak pihak sebagai pahlawan karena berhasil mengakhiri perang saudara yang berlangsung hampir tiga dekade, tepatnya saat pemberontak Macan Tamil ditumpas pada tahun 2009 di masa jabatan pertamanya sebagai presiden.
Namun, pada tahun 2022, gelombang protes melanda seluruh negeri seiring melonjaknya inflasi serta habisnya pasokan bahan bakar, pangan, dan obat-obatan di Sri Lanka.
Baca juga: Organisasi HAM Desak Singapura Ekstradisi Gotabaya Rajapaksa ke Sri LankaAkibatnya, Gotabaya Rajapaksa, saudara laki-laki Mahinda yang saat itu menjabat sebagai pemimpin negara, akhirnya digulingkan dari kekuasaan.
Sejak saat itu, pemerintahan Sri Lanka di bawah Presiden Anura Kumara Dissanayake telah menghidupkan kembali penyelidikan kasus korupsi yang sempat lama terhenti, yang melibatkan sejumlah anggota keluarga Rajapaksa.
Putra sulung Mahinda dan Shiranthi, Namal Rajapaksa, ditangkap awal tahun ini atas dugaan yang berkaitan dengan kesepakatan pengadaan pesawat yang dilakukan pada masa jabatan kepresidenan ayahnya. Saat ini, ia sedang menjalani masa penahanan.
Saudara laki-lakinya, Yoshitha, juga ditangkap awal tahun ini atas tuduhan korupsi.
(lsi)