Di Tengah Desakan Pembatalan, Konser Andrea Bocelli Dibidik Raup Rp792 M
Esti setiyowati
Ahad, 11 Oktober 2026 - 15:29 WIB
Di Tengah Desakan Pembatalan, Konser Andrea Bocelli Dibidik Raup Rp792 M. Foto: Instagram/andreabocelliofficial
Konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli tengah menjadi perhatian publik usai Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah untuk membatalkan gelaran tersebut.
MUI mengungkapkan alasan di balik tuntutan tersebut yakni karena keterlibatan Bocelli dalam acara penggalangan dana untuk organisasi pendukung militer Israel dan sejumlah kunjungannya di negara tersebut.
Baca juga:Rekam Jejak Andrea Bocelli di Israel: Dari Tel Aviv hingga Galang Dana IDF
"Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negei, Prof Sudarnoto Abdul Hakim.
Konser bertajuk "Romanza 30th Anniversary World Tour" rencananya akan digelar di kawasan Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 3 November 2026.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menyebut penyelenggaraan konser Bocelli memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata. Hal tersebut diungkap Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi pada 19 Agustus 2026.
"Penyelenggaraan event berskala internasional memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata. Selain memperkuat citra dan brand destinasi, event juga menjadi demand generator yang menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi di daerah penyelenggaraan," kata Widiyanti saat konferensi pers di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
MUI mengungkapkan alasan di balik tuntutan tersebut yakni karena keterlibatan Bocelli dalam acara penggalangan dana untuk organisasi pendukung militer Israel dan sejumlah kunjungannya di negara tersebut.
Baca juga:Rekam Jejak Andrea Bocelli di Israel: Dari Tel Aviv hingga Galang Dana IDF
"Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negei, Prof Sudarnoto Abdul Hakim.
Konser bertajuk "Romanza 30th Anniversary World Tour" rencananya akan digelar di kawasan Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 3 November 2026.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menyebut penyelenggaraan konser Bocelli memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata. Hal tersebut diungkap Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi pada 19 Agustus 2026.
"Penyelenggaraan event berskala internasional memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata. Selain memperkuat citra dan brand destinasi, event juga menjadi demand generator yang menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi di daerah penyelenggaraan," kata Widiyanti saat konferensi pers di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/8/2026).