LANGIT7.ID, Jakarta,- - Rekam jejak penyanyi tenor asal Italia,
Andrea Bocelli, di
Israel menjadi sorotan setelah
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan rencana
konsernya di Indonesia.
Tuntutat tersebut berkaitan dengan kontribusi
Bocelli dalam acara penggalangan dana untuk organisasi pendukung militer
Israel serta sejumlah penampilannya di negara tersebut.
MUI meminta pemerintah
membatalkan konser Bocelli yang dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober dan Jakarta pada 3 November 2026.
Baca juga: Aktif Dukung IDF, MUI Desak Pemerintah Batalkan Rencana Konser Andrea BocelliKetua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menilai pemerintah harus bersikap konsisten terhadap kegiatan yang melibatkan figur yang dinilai mendukung
Zionisme. Menurutnya, pembatalan konser diperlukan sebagai bentuk keberpihakan Indonesia terhadap Palestina.
"Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser
Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan," ujar Sudarnoto, dikutip dari MUI Digital, Ahad (11/10/2026).
Lantas, seperti apa rekam jejak Andrea Bocelli yang menjadi sorotan tersebut?
1. Tampil di Tel Aviv pada 2008Andrea Bocelli tercatat pernah tampil dalam perayaan ulang tahun ke-10 Peres Center for Peace di Tel Aviv pada 27 Oktober 2008.
Berdasarkan catatan kegiatan di situs resmi Bocelli, ia tampil bersama penyanyi Israel Liel Kolet dan paduan suara anak-anak. Mereka membawakan lagu Ray of Hope, yang ditulis oleh Shimon Peres.
Acara tersebut diselenggarakan untuk memperingati satu dekade berdirinya Peres Center for Peace, organisasi yang didirikan oleh mantan Presiden Israel Shimon Peres.
Penampilan tersebut menjadi salah satu catatan awal keterlibatan Bocelli dalam kegiatan seni di Israel.
2. Tampil dalam Penggalangan Dana untuk Pendukung IDF pada 2010Dua tahun kemudian, Bocelli tampil dalam acara penggalangan dana untuk Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Desember 2010.
FIDF merupakan organisasi yang memberikan dukungan kepada para personel dan mantan personel militer Israel serta keluarga mereka.
Menurut laporan Jewish Journal pada 10 Desember 2010, acara gala tersebut berhasil menghimpun hampir 9 juta dolar AS untuk FIDF wilayah barat. Sementara itu, laporan lain menyebut jumlah dana yang terkumpul mencapai sekitar 8,75 juta dolar AS.
Baca juga: Konser Israel Houghton di Indonesia Tak Direstui PemerintahKeterlibatannya dalam acara inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan MUI menyoroti rekam jejak sang tenor menjelang rencana konsernya di Indonesia.
3. Kembali ke Israel pada 2011Pada Juni 2011, Bocelli kembali mengunjungi Israel untuk tampil dalam konser penutupan Israeli Opera Festival di Masada.
Dalam kunjungan tersebut, ia juga bertemu dengan Shimon Peres, yang saat itu menjabat sebagai Presiden Israel.
Rangkaian kunjungan tersebut menambah catatan penampilan dan aktivitas Bocelli di Israel, termasuk keterlibatannya dalam sejumlah acara yang dihadiri tokoh-tokoh negara tersebut.
4. Konser di Tel Aviv pada 2022 Dihadiri Benjamin NetanyahuBocelli kembali menjadi sorotan setelah menggelar konser di Bloomfield Stadium, Tel Aviv, pada 2022. Pertunjukan tersebut dihadiri lebih dari 20.000 penonton, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Menurut laporan The Times of Israel pada 8 Oktober 2026, Bocelli tetap tampil di Tel Aviv meskipun sebelumnya terdapat seruan boikot dari aktivis pro-Palestina.
Setelah konser, Bocelli juga mengunjungi Yerusalem dan sejumlah lokasi di Kota Tua.
Penampilan tersebut kembali dipersoalkan oleh kelompok pendukung Palestina yang menilai kegiatan budaya tidak dapat dilepaskan dari konteks politik dan konflik Israel-Palestina.
Sorotan serupa muncul pada Oktober 2026 ketika kelompok pro-Palestina di Yordania menyerukan boikot terhadap rencana konser Bocelli di Petra pada November mendatang. Mereka menyoroti penampilan sang tenor dalam acara penggalangan dana untuk organisasi pendukung militer Israel pada 2010.
Baca juga: Eks Wakil Kanselir Jerman Sebut Israel Terbukti Lakukan Kejahatan Perang di Gaza5. MUI Soroti Sikap Bocelli terhadap IsraelSelain catatan penampilannya, MUI turut menyoroti laporan mengenai pernyataan Bocelli yang menunjukkan kekagumannya terhadap Israel.
Bagi pihak-pihak yang menyerukan boikot, rangkaian penampilan dan keterlibatan tersebut menjadi dasar untuk mempertanyakan kelayakan pemberian panggung kepada Bocelli di tengah konflik Israel-Palestina.
MUI berpandangan bahwa kegiatan yang berkaitan dengan dukungan terhadap militer Israel perlu menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan mengenai konser tersebut.
Sudarnoto juga menegaskan bahwa Indonesia harus mempertahankan sikap terhadap persoalan Palestina dan tidak memberikan ruang bagi kegiatan yang dinilai bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.
(est)