LANGIT7.ID-, Jerman - Mantan Wakil Kanselir Jerman, Robert Habeck, menyebut Israel melakukan kejahatan perang di Gaza. Telah banyak bukti yang mengarah pada tuduhan tersebut.
"Menurut saya, ada banyak bukti bahwa kejahatan perang telah dilakukan di Gaza," ujar Habeck kepada lembaga penyiaran publik ARD, dilansir Middle East Monitor, Selasa (29/9/2026).
Meskipun, lanjutnya, setiap bentuk antisemitisme harus disebut secara terbuka dan dilawan. "Hal ini tidak boleh berujung pada larangan untuk bersuara atau aturan tak tertulis bahwa seseorang tidak boleh mengkritik Israel dan pemerintahan Netanyahu," tambahnya.
Habeck, yang menjabat sebagai Wakil Kanselir Jerman dari tahun 2021 hingga 2025, mengaitkan peningkatan antisemitisme dengan kejahatan perang Israel di Gaza.
"Penyebab antisemitisme begitu marak di kalangan kelompok kiri saat ini adalah akibat tindakan Israel dan kejahatan perang yang dilakukannya di Gaza!"
Baca juga: Puluhan Delegasi Walk Out Begitu Netanyahu Memulai Pidato di Sidang PBBPolitisi Partai Hijau tersebut menegaskan bahwa Israel bukanlah negara yang cinta damai.
"Orang beranggapan bahwa karena kaum Yahudi menjadi korban setelah Perang Dunia II dan berbagai aksi kekerasan sistematis (pogrom) yang menyusulnya, maka negara Israel adalah negara yang cinta damai. Namun, kenyataannya tidak demikian! Israel adalah negara yang dipersenjatai dengan baik, bersifat konfrontatif, dan dalam artian tersebut juga agresif terhadap dunia luar," ujar Habeck.
Lebih jauh lagi, ada langkah yang melampaui batas tersebut dan langkah ini sudah terlalu jauh di banyak tempat di Gaza.
Ia menilai banyak pihak di Israel menginginkan agar pemerintah Jerman menyatakan kejahatan atau kritik terhadap pemerintah Israel secara lebih jelas dan tegas.
Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 orang, melukai lebih dari 174.000 orang, serta menyebabkan kehancuran masif yang berdampak pada sekitar 90% infrastruktur sipil di Gaza sejak Oktober 2023.
Baca juga: Erdogan Desak Dunia Segera Bangun Kembali Gaza, Tekanan ke Israel Makin Kuat(lsi)