LANGIT7.ID-, Jakarta - - Konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli diputuskan tetap digelar di Indonesia sesuai dengan rencana semula. Anggota DPR RI Mardani Ali Sera meminta pemerintah sebaiknya membatalkannya.
"Kalau ada artis yang mendukung Israel, Zionis, bahkan angkatan bersenjatanya yang melakukan genosida, itu sangat bertentangan dengan konstitusi. Sebaiknya dibatalkan, atau setidaknya ada pernyataan dari Andrea Bocelli bahwa dirinya menyesal dan tidak mendukung tindakan tersebut," tegas Politisi Fraksi PKS tersebut, mengutip Parlementaria, Jumat (30/10/2026).
Menurut Mardani, pemerintah perlu mendengar aspirasi masyarakat sejalan dengan sikap Indonesia yang selama ini konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
"Pemerintah beserta seluruh jajarannya perlu mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Kita tahu pemerintah kita, Presiden kita, sangat mendukung kemerdekaan Palestina," katanya.
Baca juga: Mathla'ul Anwar Dukung MUI Tolak Andrea Bocelli: Kepentingan Ekonomi Tak Boleh Kesampingkan Prinsip KemanusiaanOleh sebab itu, lanjutnya, apabila terdapat figur publik yang diketahui memberikan dukungan terhadap pihak yang dianggap terlibat dalam tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, hal tersebut patut menjadi pertimbangan.
Terkait persoalan ini, Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine (APCQP) menemui Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI pada Kamis (29/10), dengan agenda audiensi menyampaikan aspirasi terkait rencana penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di Indonesia.
Mardani Ali Sera yang juga inisiator Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia (World Peace Parliamentary Caucus/WPPC) mengaku, mengapresiasi MUI dan berbagai elemen masyarakat yang memilih menyampaikan aspirasi melalui DPR RI.
"Kami mengapresiasi MUI,
civil society, para pejuang kemanusiaan, dan para pendukung kemerdekaan Palestina yang datang ke DPR RI untuk menyampaikan aspirasi terkait keinginan pembatalan konser Andrea Bocelli," ujarnya.
Baca juga: Konser Andrea Bocelli di Indonesia Tetap Digelar, Promotor Apresiasi Sikap PemerintahPertemuan tersebut menjadi wadah bagi BKSAP DPR RI untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait isu kemanusiaan dan memperkuat komitmen parlemen dalam mendukung perdamaian serta penegakan nilai-nilai hak asasi manusia di tingkat internasional.
Sejak awal rencana konser ini mencuat, penolakan dari berbagai elemen masyarakat bermunculan. Majelis Ulama Indonesia jelas-jelas menolak hal ini dan bahkan Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Ma'azat mengaku mendukung sikap MUI dan Forum Komunikasi Nasional (Forkomnas).
Syahrul Aidi meminta pemerintah mencermati aspirasi tersebut secara serius dan memastikan setiap kebijakan tetap selaras dengan komitmen Indonesia, dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina serta menolak segala bentuk penjajahan.
Namun begitu, pemerintah berpikiran berbeda dengan melihat konser Bocelli dari sisi ekonomi dan pariwisata. Mereka yakin kehadiran Bocelli di Indonesia bisa memberi dampak ekonomi sebesar USD44 juta atau sekira Rp792 miliar. Alhasil, konser Bocelli di Indonesia diputuskan akan tetap digelar.
Baca juga: Menbud Sebut Belum Temukan Bukti Andrea Bocelli Dukung Israel, Konsernya Justru Berdampak EkonomiPromotor konser Bocelli bertajuk "Romanza 30th Anniversary World Tour" yaitu Shoemaker Live menyatakan, konser Andrea Bocelli di Indonesia akan tetap berlangsung pada 31 Oktober 2026 di Borobudur, Magelang, dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas dukungan dan arahan yang diberikan selama proses ini, sehingga konser Maestro Bocelli dapat diselenggarakan dengan aman," kata Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, dalam keterangannya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat dan umat Islam di Indonesia untuk menggelar aksi protes simbolik secara serentak.
Baca juga: MUI Ajak Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang Protes Konser BocelliSalah satu bentuk aksi yang dianjurkan adalah dengan mengibarkan bendera merah putih serta bendera Palestina secara berdampingan dalam posisi setengah tiang.
Aksi simbolik itu dimaksudkan sebagai wujud nyata penolakan sekaligus ungkapan kedukaan atas tetap dilanjutkannya agenda konser penyanyi tenor tersebut.
(lsi)