LANGIT7.ID-, Jakarta - - Wakil Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Fadli Yasir menyatakan dukungannya terhadap rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia. Alasannya, konser kelas dunia tersebut menjadi momentum positif untuk memperkuat diplomasi kebudayaan Indonesia, sekaligus memperluas interaksi masyarakat Indonesia dengan komunitas internasional.
"Seni dan musik memiliki ruang tersendiri dalam membangun hubungan antarmasyarakat yang melampaui batas geografis dan kebangsaan," ujar Fadli Yasir dalam keterangannya, dikutip Senin (26/10/2026).
Menurut dia, dalam perspektif hubungan internasional kebudayaan merupakan salah satu instrumen soft power yang dapat memperkuat daya tarik suatu negara di mata dunia. Musik tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang pertukaran nilai, pengalaman, dan ekspresi kebudayaan.
"Konser musisi internasional dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan budaya, meskipun dampaknya terhadap diplomasi bergantung pada tindak lanjut dan kerja sama yang dibangun," imbuhnya.
Baca juga: DPR Dukung MUI-Forkomnas Tolak Andrea Bocelli, Ingatkan Komitmen Pemerintah Bela PalestinaIa juga menilai bahwa momentum konser ini bila benar terselenggara akan menjadi relevan dengan posisi Indonesia yang menjalankan politik luar negeri bebas aktif, serta berkomitmen berkontribusi terhadap perdamaian dunia.
"Diplomasi tidak hanya berlangsung melalui pertemuan antarpemerintah, tetapi juga dapat diperkuat melalui interaksi masyarakat, pertukaran seni, dan kolaborasi kebudayaan," ujarnya.
Dalam konteks tersebut, musik dapat menjadi medium yang membantu membangun saling pengertian di tengah perbedaan identitas, agama, dan pandangan politik.
"Sebagai organisasi yang menghimpun kaum sarjana Nahdlatul Ulama, ISNU memiliki relevansi dalam mendorong pemikiran terbuka, dialog lintas budaya, dan kontribusi intelektual bagi kehidupan masyarakat," ujar dia.
Baca juga: PP Persis Dukung MUI Batalkan Konser Andrea BocelliBaginya, konser penyanyi asal Italia itu bisa menjadi refleksi bahwa kebudayaan dan seni perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan sosial serta membangun komunikasi yang lebih inklusif. Indonesia sendiri memiliki kekayaan seni dan tradisi yang berpotensi diperkenalkan lebih luas melalui kolaborasi kebudayaan internasional.
"Musik memang tidak dapat menyelesaikan konflik geopolitik secara langsung, tetapi dapat membantu menumbuhkan empati, mempertemukan masyarakat, dan memperkuat pesan kemanusiaan," ucapnya.
Dan Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan momentum semacam ini menjadi kerja sama kebudayaan yang berkelanjutan. "Sehingga seni dapat berkontribusi nyata dalam membangun hubungan antarbangsa yang lebih harmonis," ungkap Fadli.
(lsi)