Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) secara tegas menyatakan dukungannya terhadap sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menolak rencana penyelenggaraan konser penyanyi Italia, Andrea Bocelli, yang dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris Umum PP Persis, Faisal Nursyamsi, saat menghadiri agenda silaturahmi dan curah pendapat mengenai rencana konser tersebut di Kantor MUI Pusat, Jakarta, pada Kamis (22/10/2026).
Faisal menegaskan bahwa komitmen Persis dalam membela perjuangan serta hak kemerdekaan rakyat Palestina tidak akan pernah berubah. Menurutnya, isu kemanusiaan dan keadilan harus ditempatkan di atas kepentingan hiburan maupun ekonomi semata.
“Sikap PP Persis tentang Palestina dari dulu jauh sebelum kemerdekaan tidak dan tidak akan pernah berubah sampai kapan pun, yaitu sikap tegas membela rakyat Palestina untuk mendapatkan hak kemerdekaan penuh,” ujar Faisal.
Sikap penolakan tersebut dilandasi oleh rekam jejak digital Andrea Bocelli yang dinilai memiliki keterkaitan dan keberpihakan terhadap militer Israel. Berdasarkan data yang dihimpun tim MUI, penyanyi tersebut diduga terlibat dalam sejumlah kegiatan dukungan finansial bagi Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) serta mengundang mantan prajurit militer Israel dalam penampilannya.
Baca Juga: DPR Dukung MUI-Forkomnas Tolak Andrea Bocelli, Ingatkan Komitmen Pemerintah Bela Palestina
Sejalan dengan pandangan MUI Pusat, Faisal menilai dampak sosial dan empati terhadap penderitaan warga Palestina jauh lebih berharga dibandingkan potensi pendapatan devisa dari penyelenggaraan acara tersebut.
“Ongkos sosial yang akan ditanggung oleh rakyat dan pemerintah tidak bisa dinilai dengan soal devisa. Kemanusiaan ada di atas segalanya, khususnya terkait penderitaan yang sampai saat ini masih menimpa rakyat Palestina,” tegasnya.
Sebelumnya, Dewan Pimpinan MUI telah mengeluarkan Surat Pernyataan Sikap Nomor Kep-111/DP-MUI/X/2026 yang memuat empat poin utama, yakni menolak keras rencana konser, meminta pemerintah tidak menerbitkan izin serta membatalkan acara, mendorong penguatan ekonomi kreatif nasional yang bebas dari afiliasi Zionis, serta mengimbau pihak penyelenggara untuk menghormati keputusan moral tersebut.
Melalui penegasan ini, PP Persis berharap pemerintah dapat berkolaborasi bersama MUI dan organisasi kemasyarakatan Islam untuk membatalkan konser tersebut sebagai wujud solidaritas serta konsistensi amanat sejarah bangsa Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Baca Juga: MUI Ingatkan Orang Tua Waspadai Ancaman Pornografi dan Narkoba di Ruang Digital
