Kerja Sama BIMP-EAGA Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 28 Oktober 2021 - 14:45 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada KTT ke-14 BIMP-EAGA, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jabar. (Foto: BPMI Setpres/Rusman)
Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dengan Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina sebagai kunci pemulihan ekonomi.
Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-14 BIMP-EAGA, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/10).
"Upaya memperkuat kerja sama menjadi kunci agar kita dapat keluar dari pandemi ini dan mulai memulihkan ekonomi," kata Jokowi selaku Ketua Pertemuan.
Baca juga:Terbukti Ampuh di Masa Sulit, Perbankan Syariah Tumbuh 16,35 Persen
Dalam hal ini, Jokowi menjelaskan BIMP-EAGA telah menghasilkan kerja sama konkret antarwilayah di bagian timur Asia sejak pembentukannya pada tahun 1994.
BIMP-EAGA juga telah berkontribusi dalam membangun perekonomian subkawasan melalui peningkatan daya saing konektivitas serta perdagangan pariwisata dan investasi. Namun, upaya tersebut harus terhalang pandemi Covid-19.
"Kita kehilangan waktu hampir dua tahun untuk mencapai berbagai target yang tercermin dalam visi BIMP-EAGA 2025, yaitu menciptakan wilayah yang tangguh, inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing dengan prioritas di bidang industri hijau, pertanian, dan pariwisata," ungkapnya.
Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-14 BIMP-EAGA, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/10).
"Upaya memperkuat kerja sama menjadi kunci agar kita dapat keluar dari pandemi ini dan mulai memulihkan ekonomi," kata Jokowi selaku Ketua Pertemuan.
Baca juga:Terbukti Ampuh di Masa Sulit, Perbankan Syariah Tumbuh 16,35 Persen
Dalam hal ini, Jokowi menjelaskan BIMP-EAGA telah menghasilkan kerja sama konkret antarwilayah di bagian timur Asia sejak pembentukannya pada tahun 1994.
BIMP-EAGA juga telah berkontribusi dalam membangun perekonomian subkawasan melalui peningkatan daya saing konektivitas serta perdagangan pariwisata dan investasi. Namun, upaya tersebut harus terhalang pandemi Covid-19.
"Kita kehilangan waktu hampir dua tahun untuk mencapai berbagai target yang tercermin dalam visi BIMP-EAGA 2025, yaitu menciptakan wilayah yang tangguh, inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing dengan prioritas di bidang industri hijau, pertanian, dan pariwisata," ungkapnya.