LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dengan Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina sebagai kunci pemulihan ekonomi.
Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-14 BIMP-EAGA, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/10).
"Upaya memperkuat kerja sama menjadi kunci agar kita dapat keluar dari pandemi ini dan mulai memulihkan ekonomi," kata Jokowi selaku Ketua Pertemuan.
Baca juga:
Terbukti Ampuh di Masa Sulit, Perbankan Syariah Tumbuh 16,35 PersenDalam hal ini, Jokowi menjelaskan BIMP-EAGA telah menghasilkan kerja sama konkret antarwilayah di bagian timur Asia sejak pembentukannya pada tahun 1994.
BIMP-EAGA juga telah berkontribusi dalam membangun perekonomian subkawasan melalui peningkatan daya saing konektivitas serta perdagangan pariwisata dan investasi. Namun, upaya tersebut harus terhalang pandemi Covid-19.
"Kita kehilangan waktu hampir dua tahun untuk mencapai berbagai target yang tercermin dalam visi BIMP-EAGA 2025, yaitu menciptakan wilayah yang tangguh, inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing dengan prioritas di bidang industri hijau, pertanian, dan pariwisata," ungkapnya.
Meski begitu, lanjut Jokowi, saat ini tanda-tanda pemulihan ekonomi negara berkembang di Asia dan Asia Tenggara mulai terlihat. Ia pun berharap proyeksi tersebut dapat tercapai.
Baca juga:
Jokowi Ingatkan Peran Sentral Pemuda sebagai Pemimpin Perubahan"ADB memperkirakan perekonomian negara berkembang di Asia tumbuh 7,1 persen pada 2021 dan Asia Tenggara tumbuh 3,1 persen pada 2021. Kita perlu pastikan bahwa proyeksi pertumbuhan tersebut akan tercapai," ucapnya.
Lebih lanjut, Jokowi juga berharap melalui pertemuan ini, para pemimpin negara dapat bertukar pandangan untuk mencapai visi BIMP-EAGA 2025. Ia meyakini penguatan kerja sama yang konkret dapat membantu pemulihan ekonomi yang selama dua tahun terakhir tertinggal.
"Saya berharap kita dapat bertukar pandangan untuk mencapai visi BIMP-EAGA 2025 tersebut melalui inovasi, kerja sama yang lebih efektif, efisien, dan produktif, serta saling menguntungkan," pungkasnya.
(sof)