home global news

Ceramah Habib Alwi Tuai Polemik, Kemenag Ingatkan Batas Etika Berdakwah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:48 WIB
Ceramah Habib Alwi Tuai Polemik, Kemenag Ingatkan Batas Etika Berdakwah. Foto: tangkapan layar
Kementerian Agama menanggapi seruan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada umat Islam di Indonesia untuk memboikot Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf setelah ceramahnya viral.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar mengatakan, bahwa dakwah dalam Islam tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga memberikan keteladanan melalui tutur kata dan perilaku.

"Dalam Islam, selain berfungsi menyampaikan pesan keagamaan, dakwah juga memberikan keteladanan melalui tutur kata dan perilaku. Rasulullah SAW adalah rujukan agung bagaimana dakwah Islam dijalankan," kata Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).

Baca juga:Profil Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Diboikot MUI

Thobib mengimbau pada para dai untuk selalu mengutamakan etika saat menyampaikan ceramah serta memastikan materi yang disampaikan tidak merendahkan maupun menyinggung martabat pihak lain.

"Karena itu, setiap penceramah atau dai yang berbicara di ruang publik hendaknya senantiasa menjaga etika dalam menyampaikan materi ceramah, termasuk dalam menggunakan humor agar tidak merendahkan atau melukai martabat orang lain," tambahnya.

Lebih lanjut, Thobib mengatakan Kemenag menghormati sikap MUI yang meminta masyarakat untuk menolak datang ke majelis dan menghadirkanHabib Alwi bin Abdurrahman Assegaf sebagai penceramah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya