LANGIT7.ID-Jakarta; -
PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menghadirkan fasilitas
pembiayaan kepemilikan rumah dengan uang muka atau
down payment (DP) mulai 1 persen dan tenor hingga 40 tahun. Program ini ditujukan untuk memperluas kesempatan pekerja muda memiliki hunian pertama di tengah kenaikan harga properti.
Direktur Consumer Banking Bank BSN, Mochamad Yut Penta, mengatakan usia muda dapat menjadi keuntungan dalam merencanakan pembelian rumah karena berkesempatan mengambil tenor lebih panjang.
“Usia muda justru merupakan keunggulan dalam perencanaan pembiayaan properti karena memungkinkan pengambilan tenor yang panjang. Rumah pertama tidak harus menjadi rumah impian terakhir,” ujar Yut Penta dalam gelar wicara
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Sabtu (17/10/2026) seperti dikutip dari
Antara.Baca juga: Bank BSN Dorong Integrasi Keuangan Syariah ASEAN untuk Ketahanan EkonomiMenurut dia, pekerja muda dapat menerapkan konsep
starter home, yakni membeli rumah pertama yang sesuai dengan kondisi keuangan sebelum meningkatkan kualitas hunian atau berpindah ke rumah yang lebih besar pada masa mendatang.
Dua Skema Pembiayaan Bank BSN Bank BSN menyediakan dua pilihan pembiayaan, yaitu
KPR Subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan KPR Non-Subsidi.
Pada skema
KPR Subsidi FLPP, nasabah dapat menikmati uang muka mulai 1 persen dengan tenor hingga 40 tahun.
Bank BSN juga menawarkan margin tetap sebesar 5 persen untuk rumah tapak dan 6 persen untuk rumah susun selama masa pembiayaan.
Selain itu, nasabah yang memenuhi persyaratan berkesempatan memperoleh bantuan subsidi uang muka hingga Rp4 juta untuk pembelian rumah tapak.
Sementara itu, KPR Non-Subsidi menawarkan margin mulai 3,65 persen dengan skema tetap selama satu tahun. Produk ini juga menyediakan pilihan angsuran berjenjang dan tenor pembiayaan hingga 30 tahun.
Meski menawarkan tenor panjang dan uang muka rendah, Yut Penta mengingatkan calon nasabah agar tetap memperhitungkan kemampuan membayar cicilan sebelum mengajukan KPR. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah rasio angsuran terhadap penghasilan bulanan.
Baca juga: Bank BSN Ekspansi di Jawa Tengah, KCP Purwokerto Naik KelasIa juga menyoroti penggunaan pinjaman daring dan layanan paylater yang dapat memengaruhi kelayakan calon nasabah dalam memperoleh pembiayaan apabila tidak dikelola dengan baik.
“Riwayat pembayaran yang baik memegang peranan penting untuk memudahkan persetujuan pembiayaan KPR,” ujarnya.
Dari sisi kinerja, Bank BSN mencatatkan total portofolio pembiayaan KPR sebesar Rp58,9 triliun per 30 September 2026.
Nilai tersebut terdiri atas pembiayaan KPR Subsidi sebesar Rp39,7 triliun dan KPR Non-Subsidi senilai Rp19,2 triliun.
Bank BSN juga membukukan pangsa pasar sekitar 24,8 persen dalam penyaluran KPR Subsidi FLPP secara nasional. Saat ini, perseroan menempati posisi sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia berdasarkan total aset.
(est)