LANGIT7.ID, Purwokerto,- -
PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperluas jaringan operasionalnya di
Jawa Tengah dengan meningkatkan status Kantor Cabang Pembantu (KCP)
Purwokerto menjadi Kantor Cabang (KC) Purwokerto. Peresmian peningkatan status kantor tersebut berlangsung pada Senin (12/10/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi
Bank BSN untuk memperluas jangkauan layanan
perbankan syariah sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi Kabupaten Banyumas.
Baca juga: Teken PKS dengan Kementerian UMKM, Bank BSN Siap Guyur Pembiayaan KURDirektur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan Banyumas memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Potensi tersebut terlihat dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai Rp81,26 triliun, dengan jumlah penduduk sekitar 1,87 juta jiwa dengan sekitar 230 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kehadiran
Bank BSN di Purwokerto tentunya bukan tanpa alasan. Kami melihat Banyumas sebagai wilayah dengan potensi ekonomi yang sangat besar, ditopang aktivitas perdagangan, pendidikan, industri, serta berbagai usaha masyarakat yang terus berkembang,” kata Alex dalam keterangan resmi, Senin (12/10/2026).
Menurut Alex, peningkatan status kantor tersebut harus diikuti dengan penguatan bisnis dan peningkatan kualitas layanan. Ia berharap KC Purwokerto dapat menjadi mitra keuangan utama masyarakat Banyumas, baik untuk memenuhi kebutuhan transaksi perbankan maupun mendukung pengembangan usaha dan kesejahteraan keluarga.
“KC Purwokerto harus mampu menjadi pilihan utama masyarakat Banyumas. Orientasinya bukan semata-mata mengejar pertumbuhan bisnis, melainkan juga membangun kepercayaan, memahami kebutuhan nasabah, serta menghadirkan solusi keuangan syariah yang mudah diakses, modern, dan amanah,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan potensi pasar di Banyumas, Bank BSN menyiapkan penguatan kolaborasi melalui empat ekosistem utama.
Pertama, perseroan mendukung penguatan layanan keuangan dan digitalisasi transaksi pemerintah daerah beserta badan usaha milik daerah (BUMD).
Kedua, Bank BSN berupaya memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat melalui sinergi dengan pengembang perumahan lokal.
Ketiga, dukungan terhadap UMKM melalui penyediaan layanan pembayaran digital, seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan mesin electronic data capture (EDC). Selain itu, Bank BSN juga menyediakan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta pemanfaatan platform digital Bale Syariah.
Baca juga: Gandeng Dua Klub, Bank BSN Bidik Potensi Besar Ekonomi Sepak Bola IndonesiaKeempat, perseroan memperluas layanan perbankan untuk institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, dan organisasi keumatan. Upaya ini turut mencakup layanan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), serta program kerja sama melalui skema
co-branding.Penguatan jaringan di Purwokerto tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja keuangan Bank BSN secara nasional.
Hingga September 2026, total aset Bank BSN tercatat mencapai Rp82,8 triliun atau tumbuh 21,2 persen secara tahunan (
year-on-year/YoY).
Pada periode yang sama, penyaluran pembiayaan mencapai Rp64,5 triliun, meningkat 26,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perseroan mencapai Rp65,3 triliun, tumbuh 14,8 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut turut mendorong peningkatan laba perseroan. Hingga September 2026, Bank BSN membukukan laba sebesar Rp734 miliar, naik 24,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemkab Banyumas Sambut Positif Kehadiran KC Purwokerto Peningkatan status Bank BSN KC Purwokerto juga mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Banyumas. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan apresiasinya melalui Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti.
“Bagi kami, hadirnya Bank BSN di Kabupaten Banyumas, khususnya Purwokerto, bukan sekadar menambah pilihan layanan perbankan. Lebih dari itu, ini merupakan peluang untuk semakin memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah kita,” ungkapnya.
Menurutnya, Banyumas memiliki potensi ekonomi yang beragam, mulai dari UMKM, perdagangan, jasa, pertanian, peternakan, sektor perumahan, ekonomi kreatif, hingga pesantren dan berbagai usaha masyarakat.
Baca juga: Bank BSN Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di SolokBeragam sektor tersebut membutuhkan dukungan akses pembiayaan yang mudah, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha.
Pemerintah Kabupaten Banyumas pun menyatakan kesiapan untuk menjalin kolaborasi dengan Bank BSN, terutama dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, memperluas pembiayaan bagi UMKM, serta mendukung pengembangan usaha halal.
“Pemerintah Kabupaten Banyumas siap berkolaborasi dengan Bank BSN. Mari bersama-sama memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, mendukung pengembangan usaha halal, serta membuka berbagai peluang kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
(est)