home global news

PLN Kembangkan Solusi Layanan Kelistrikan Terintegrasi untuk Rumah Tangga hingga Dunia Usaha

Jum'at, 23 Oktober 2026 - 21:06 WIB
PLN menggandeng lebih dari 40 mitra untuk memperluas ekosistem energi hijau, hunian berbasis listrik, dan kendaraan listrik di Indonesia.


LANGIT7.ID-Jakarta; PT PLN (Persero) memperluas kolaborasi pengembangan produk dan layanan kelistrikan kepada masyarakat melalui penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) dengan lebih dari empat puluh entitas lintas sektor dalam acara Green Energy Partnership Summit 2026 di Jakarta (22/10). Lewat kolaborasi tersebut, PLN akan memperkuat pengembangan ekosistem elektrifikasi hunian, pengisian daya kendaraan listrik, dan pemanfaatan energi hijau guna semakin memudahkan pelanggan dalam memanfaatkan energi listrik yang efisien dan ramah lingkungan.

Penandatanganan MoU dan PKS tersebut melibatkan unsur pemerintah, asosiasi pengembang perumahan, produsen peralatan listrik, mitra Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), serta para pelanggan strategis lainnya.

Inisiatif ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional lewat pemanfaatan energi domestik.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi, mengapresiasi kolaborasi PLN bersama para mitra dalam mendorong pemanfaatan energi yang lebih efisien.

"Apa yang sudah di- create oleh tim PLN saya sangat mengapresiasi, karena sudah banyak sekali energi baru terbarukan yang sudah dimasukkan dalam perencanaan ke depan," ucap Eniya.

Dirinya melanjutkan, menurutnya, pengelolaan energi perlu dilakukan secara cerdas, termasuk melalui pemilihan teknologi dan peralatan listrik yang hemat energi dan ramah lingkungan di tingkat rumah tangga. Sebagai contoh, Eniya menyoroti peluang pemanfaatan kompor listrik untuk mengurangi ketergantungan pada energi impor, khususnya di sektor rumah tangga nonsubsidi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya