Sukses Lewat Usaha Katering, Hasilkan Omzet hingga Setengah Miliar
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 08:09 WIB
Ilustrasi bisnis katering. Foto: Langit7
Dengan modal kecil dan skala rumahan, katering bisa menjadi suatu bisnis yang menjanjikan. Pasalnya, bagi mereka yang menggunakan jasa bisnis ini, membayar uang muka kepada penyedia jasa.
Hal itu diyakini akan meringankan beban operasional usaha. Sehingga bisa mengerjakannya tanpa harus menyiapkan modal yang cukup besar.
Seperti Panji, muslim asal Malang yang kini sukses mengembangkan usaha kateringnya yang dikhususkan untuk kebutuhan akikah. Ia menyebutkan, dengan modal Rp475.500 sudah mampu mengerjakan pesanan, dan mengembangkan bisnisnya.
"Jadi modal awal di bawah Rp500 ribu, setahun berjalan kita sudah bisa mendapatkan omzet di atas Rp100 juta per bulan. Bahkan, sebelum pandemi Covid-19 kita bisa mendapatkan hingga setengah miliar," ujarnya dikanal Youtube PecahTelur.
Baca juga: 93 Tahun Sumpah Pemuda, Anak Muda harus Kuasai Perekonomian Digital
Apalagi, lanjut dia, generasi milenial cukup asing untuk bisa memasak kambing. Didukung dengan era baru yang saat ini semuanya serba praktis.
Baginya, dalam bukan soal masalah untung atau rugi, tapi berkenaan dengan surga atau neraka. Artinya masalah kehidupan, untung di dunia juga harus bisa mendapatkan untung di akhirat.
Hal itu diyakini akan meringankan beban operasional usaha. Sehingga bisa mengerjakannya tanpa harus menyiapkan modal yang cukup besar.
Seperti Panji, muslim asal Malang yang kini sukses mengembangkan usaha kateringnya yang dikhususkan untuk kebutuhan akikah. Ia menyebutkan, dengan modal Rp475.500 sudah mampu mengerjakan pesanan, dan mengembangkan bisnisnya.
"Jadi modal awal di bawah Rp500 ribu, setahun berjalan kita sudah bisa mendapatkan omzet di atas Rp100 juta per bulan. Bahkan, sebelum pandemi Covid-19 kita bisa mendapatkan hingga setengah miliar," ujarnya dikanal Youtube PecahTelur.
Baca juga: 93 Tahun Sumpah Pemuda, Anak Muda harus Kuasai Perekonomian Digital
Apalagi, lanjut dia, generasi milenial cukup asing untuk bisa memasak kambing. Didukung dengan era baru yang saat ini semuanya serba praktis.
Baginya, dalam bukan soal masalah untung atau rugi, tapi berkenaan dengan surga atau neraka. Artinya masalah kehidupan, untung di dunia juga harus bisa mendapatkan untung di akhirat.