Langit7, Malang - Dengan modal kecil dan skala rumahan, katering bisa menjadi suatu bisnis yang menjanjikan. Pasalnya, bagi mereka yang menggunakan jasa bisnis ini, membayar uang muka kepada penyedia jasa.
Hal itu diyakini akan meringankan beban operasional usaha. Sehingga bisa mengerjakannya tanpa harus menyiapkan modal yang cukup besar.
Seperti Panji, muslim asal Malang yang kini sukses mengembangkan usaha kateringnya yang dikhususkan untuk kebutuhan akikah. Ia menyebutkan, dengan modal Rp475.500 sudah mampu mengerjakan pesanan, dan mengembangkan bisnisnya.
"Jadi modal awal di bawah Rp500 ribu, setahun berjalan kita sudah bisa mendapatkan omzet di atas Rp100 juta per bulan. Bahkan, sebelum pandemi Covid-19 kita bisa mendapatkan hingga setengah miliar," ujarnya dikanal Youtube PecahTelur.
Baca juga: 93 Tahun Sumpah Pemuda, Anak Muda harus Kuasai Perekonomian DigitalApalagi, lanjut dia, generasi milenial cukup asing untuk bisa memasak kambing. Didukung dengan era baru yang saat ini semuanya serba praktis.
Baginya, dalam bukan soal masalah untung atau rugi, tapi berkenaan dengan surga atau neraka. Artinya masalah kehidupan, untung di dunia juga harus bisa mendapatkan untung di akhirat.
Panji menyebutkan pentingnya bagi pengusaha untuk selalu bersyukur dengan perkembangan dan penghasilan yang didapatkan. Nikmat yang paling baik, kata dia, adalah nikmat iman yang bisa didapatkan sebagai orang muslim.
"Karena dari nikmat iman yang kita dapatkan, maka semua nikmat lainnya bisa kita gapai, tapi ketika nikmat iman ini hilang maka semuanya sirna, itu adalah iman," jelasnya.
Baca juga: Kerjasama Blue Ekonomi Indonesia-Swedia Sumber Pertumbuhuan Ekonomi BaruBisnis akikah, lanjut dia, bukan hanya sekadar menjual masakan enak. Tapi juga bagaimana bisa menghadirkan sebuah produk makanan yang halal.
"Selanjutnya baru soal enak, kemasan bagus, pelayanan baik, dan nilai baik lainnya. Nilai tertinggi di atas halal ini juga yang terpeting, yaitu syar'i," jelasnya.
Panji berprinsip, sesuatu yang dilakukan tidak 100 persen, maka hasilnya nol. Untuk itu, ia selalu berupaya memberikan yang terbaik dalam usahanya.
(zul)