LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 3 tips yang bisa dilakukan untuk menaikkan
omzet bisnis. Para pelaku usaha dapat memanfaatkan media sosial, salah satunya membuka lapak di
TikTok live.
Salah satu triknya adalah dengan menggunakan fitur TikTok live untuk menawarkan
produk jualan. Hal ini dilakukan mengingat ada banyaknya pengguna TikTok yang terus meningkat.
Sehingga banyak
pebisnis online yang mulai merambah platform video pendek ini. Tujuan utamanya yakni guna mendapatkan banyak atensi audiens dan menaikkan omzet jualan.
Belum lagi, laporan dari
Business of Apps, pada kuartal II 2022 TikTok sudah memiliki 1,46 miliar pengguna aktif bulanan (monthly active users/MAU) di seluruh dunia.
Baca Juga: 5 Cara Jadikan Medsos Lebih Atraktif untuk Bisnis OnlineJumlah tersebut melonjak 62,52 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Tercatat, pada kuartal II 2021 jumlah pengguna aktif bulanan TikTok masih sebanyak 564 juta pengguna.
Secara tren, jumlah pengguna aktif bulanan TikTok di seluruh dunia mengalami peningkatan pesat sejak awal pandemi tahun 2020.
Berdasarkan wilayah, pengguna TikTok paling banyak berada di Asia Pasifik (selain Tiongkok dan India), dengan jumlah mencapai 313 juta pengguna pada 2021.
Berikutnya, ada Amerika Latin dan Eropa yang masing-masing sebanyak 188 juta pengguna dan 158 juta pengguna pada 2021.
Adapun untuk Indonesia sendiri tercatat, pengguna aktif bulanan TikTok mencapai 99,1 juta orang pada April 2022. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai pengguna terbesar kedua setelah Amerika Serikat dengan jumlah 136,4 juta.
Besarnya pengguna TikTok inilah yang menjadikan peluang besar bagi pebisnis online untuk menaikkan omzetnya.
Lantas bagaimana cara menarik minat audiens ketika menggunakan TikTok live sebagai media jualan?
Berikut 3 tips dari konten kreator sekaligus peraktisi bisnis, Dewa Eka Prayoga:
1. Frekuensi live Menurutnya untuk sukses jualan melalui TikTok live, pebisnis online mesti meningkatkan frekuensi live.
"Jadi selain melakukan aktivitas live atau siaran langsung, Anda juga harus memperbanyak frekuensinya," kata dia dikanal YouTubenya, Kamis (12/1/2023).
Adapun memperbanyak frekuensi ini paling tidak dengan melakukan live selama 4 kali dalam sehari. Mulai dari waktu pagi, siang, sore, dan malam.
"Kalau Anda merasa kurang cukup, silakan tambahkan. Mungkin bisa sampai 6 kali waktu live," tambahnya.
2. Durasi Dulu orang hanya live direntang waktu sekitar 30 menit. Namun TikTok akhirnya memberikan tips untuk durasi waktu live, yaitu sekitar 1,5 jam hingga 2 jam.
"Kalau sekali live menggunakan durasi 2 jam, dengan frekuensi 5 kali, maka sehari akan mendapatkan waktu total live menjadi 10 jam," ujarnya.
Adapun untuk mendukung proses live agar berjalan lancar, Sahabat bisa membuat tim khusus untuk live streaming. Tim ini nantinya bisa dibagi tugas masing-masing.
"Jadi nanti bagi-bagi tugas spesifik, seperti tim live pagi, tim siang, tim sore, dan tim malam," katanya.
3. SistemSebagai seorang brand owner, Sahabat bisa membuat sebuah sistem agar tim lebih kuat dalam menjalankan kerjaan hariannya.
Sehingga tim ini bisa melakukan tugasnya secara konsisten. Adapun sistem ini juga harus bisa terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik.
"Ketiga langkah itulah yang dilakukan akun TikTok bisnis bisa sukses dan mencapai omzet miliaran rupiah. Selanjutnya, tinggal menjalankan tips tersebut secara konsisten," ujarnya.
Dengan pertumbuhan pengguna yang signifikan, TikTok disebut tengah menguasai dunia media sosial. Belum lagi platform ini juga telah mengalami transformasi luar biasa.
"TikTok awalnya hanya sosial media, kini berubah jadi channel distribusi konten, yang sekarang menjadi e-commerce," jelasnya.
Artinya TikTok telah menjawab kebutuhan para penggunanya dengan kemampuan menyalurkan hal yang diinginkan. Yaitu menjadi sosial media, channel distribusi, dan juga e-commerce.
"Ini adalah sistem yang sangat langka yang terjadi di negeri ini. Bahkan juga termasuk di dunia," tambahnya.
(bal)