Viral Rombongan DWP Tulungagung Pelesiran ke Wonosobo Pakai Dana APBD Rp50 Juta
Lusi mahgriefie
Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:45 WIB
Salah satu kegiatan yang dilakukan ibu-ibu DWP Tulungagung saat kunjungan ke Dieng. Foto: ist
Ramai diberitakan dan juga menuai kontroversi menyoal kegiatan rombongan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tulungagung yang melakukan pelesiran ke Wonosobo, Jawa Tengah dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Bermula dari beredar sebuah video di media sosial yang kemudian viral, menampilkan rombongan DWP Tulungagung sedang menikmati jalan-jalan di Kawasan Dieng, Wonosobo serta berburu kuliner di Solo.
Video itu sempat diunggah di akun resmi DWP Tulungagung,@dwp_kab.tulungagung, namun kemudian dihapus usai ramai dibicarakan dan menuai berbagai reaksi kritis dari warganet.
Disebut-sebut, perjalanan dengan agenda kedinasan itu menghabiskan dana APBD sebesar Rp 50 juta namun pada kenyataannya terlihat lebih dominan diisi kegiatan berwisata.
Menanggapi kontroversi yang bergulir, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kabupaten Tulungagung, Makrus Mannan, membantah kegiatan tersebut hanya sekadar plesiran.
Baca juga:Mendikdasmen Pastikan Hadiah Uang OSN 2026 Tidak Dipangkas, Usai Protes Warganet Viral
Ia menegaskan, kegiatan yang berlangsung pada 19-21 Oktober 2026 itu merupakan agenda resmi bertajuk "Studi referensi".
Bermula dari beredar sebuah video di media sosial yang kemudian viral, menampilkan rombongan DWP Tulungagung sedang menikmati jalan-jalan di Kawasan Dieng, Wonosobo serta berburu kuliner di Solo.
Video itu sempat diunggah di akun resmi DWP Tulungagung,@dwp_kab.tulungagung, namun kemudian dihapus usai ramai dibicarakan dan menuai berbagai reaksi kritis dari warganet.
Disebut-sebut, perjalanan dengan agenda kedinasan itu menghabiskan dana APBD sebesar Rp 50 juta namun pada kenyataannya terlihat lebih dominan diisi kegiatan berwisata.
Menanggapi kontroversi yang bergulir, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kabupaten Tulungagung, Makrus Mannan, membantah kegiatan tersebut hanya sekadar plesiran.
Baca juga:Mendikdasmen Pastikan Hadiah Uang OSN 2026 Tidak Dipangkas, Usai Protes Warganet Viral
Ia menegaskan, kegiatan yang berlangsung pada 19-21 Oktober 2026 itu merupakan agenda resmi bertajuk "Studi referensi".