Pemuda sebagai Generasi Penggerak Ekonomi Syariah: Dari Ikrar Persatuan 1928 Menuju Ikhtiar Keadilan Ekonomi
Tim langit 7
Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:30 WIB
Prof. Euis Amalia mengajak generasi muda memaknai Sumpah Pemuda dengan memperkuat literasi, inovasi, dan peran nyata dalam pengembangan ekonomi syariah Indonesia.
Oleh: Prof. Dr. Euis Amalia M.Ag
(Guru Besar Ekonomi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
LANGIT7.ID-Sejarah bangsa ini mencatat bahwa titik balik terpenting dalam perjalanan keindonesiaan justru diprakarsai oleh mereka yang belum lagi matang usia. Pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berhimpun di Batavia dan mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Mereka tidak menanti kemerdekaan sebagai anugerah; mereka menjemputnya dengan kesadaran, keberanian, dan imajinasi tentang masa depan.
Hampir satu abad berselang, pertanyaan yang patut kita renungkan bukan lagi apakah pemuda sanggup mengubah keadaan, melainkan ikrar macam apa yang semestinya mereka ucapkan hari ini.
Hemat saya, salah satu jawabannya adalah ikrar untuk menghidupkan tatanan ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan bermartabat, yakni ekonomi syariah.
Paradoks di Negeri Muslim Terbesar