home global news

Kedubes Korsel-ISDS Ajak Mahasiswa Sumbang Gagasan untuk Perkuat Hubungan RI dan Korsel

Jum'at, 30 Oktober 2026 - 05:00 WIB
Prabowo dan Lee Jae Myung bertemu di Blue House, Korsel, membahas penguatan kemitraan bilateral. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
LANGIT7.ID-Jakarta; Kedutaan Besar Republik Korea (Korea Selatan/Korsel) di Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) dan Friends of Korea, serta didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul, menyelenggarakan lomba menulis nasional bagi mahasiswa. Disediakan hadiah puluhan juta bagi 20 pemenang lomba yang terbuka bagi mahasiswa program sarjana dan pascasarjana di Indonesia dan Korsel tersebut.

Kompetisi ini diselenggarakan untuk memperingati peningkatan status hubungan bilateral kedua negara dari “Kemitraan Strategis Khusus” menjadi “Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus” (Special Comprehensive Strategic Partnership – SCSP), yang dicapai melalui kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korsel pada April 2026.

Tema utama kompetisi ini adalah “Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus Indonesia–Korea: Memperluas Kolaborasi, Membangun Masa Depan Bersama.” Pendaftaran dibuka pada 13 Oktober hingga 27 November 2026. Pihak Kedutaan Besar Korsel berharap gagasan-gagasan generasi muda mengenai masa depan hubungan Korea–Indonesia melalui kompetisi ini dapat berkembang menjadi diskusi yang lebih mendalam tentang hubungan bilateral kedua negara.

Melatih Literasi dan Kepekaan Mahasiswa

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A. menyambut baik lomba menulis tersebut karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk ikut memikirkan arah hubungan Indonesia–Korea Selatan. ‘’Mahasiswa perlu memperoleh kesempatan untuk memahami isu bilateral, menilai peluang dan tantangannya, kemudian menyampaikan gagasan berdasarkan pengetahuan dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan,’’ ungkap Didi Sukyadi yang menjadi salah satu juri lomba dalam keterangannya.

Dia berharap mahasiswa menghadirkan gagasan yang orisinal, berbasis data, dan memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Tulisan yang kuat mampu mengidentifikasi persoalan secara jelas, menjelaskan mengapa persoalan tersebut penting bagi kedua negara, serta menawarkan langkah penyelesaian yang masuk akal.

Dari perspektif pendidikan, lomba ini melatih literasi, kemampuan berpikir kritis, dan kepekaan terhadap persoalan internasional. Ketertarikan yang saat ini terbilang sangat tinggi terhadap Korea Selatan dapat berkembang menjadi pemahaman yang lebih mendalam mengenai pendidikan, ekonomi, teknologi, kebudayaan, dan kehidupan masyarakatnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya