home global news

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

Jum'at, 30 Oktober 2026 - 15:40 WIB
Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama. Foto: Kemenag RI
Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil pertemuan dengan tokoh agama dunia di Assisi, Italia. Selain mendapat respons positif atas gagasan diplomasi keagamaan yang digulirkan Indonesia, kunjungan tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah negara dan perguruan tinggi di Italia serta Vatikan.

Menag mengatakan, sejumlah perwakilan negara menyampaikan ketertarikan untuk menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama dan Masjid Istiqlal. Di antaranya berasal dari Inggris, Australia, dan Pakistan.

“Mereka ingin kerja sama dengan Kementerian Agama dan Istiqlal, terutama di Inggris, ya, kemarin Inggris, Australia, dan Pakistan,” ujar Menag setibanya di Tanah Air usai menjalani rangkaian kunjungan kerja ke Italia dan Vatikan, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, ketertarikan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman dan menjaga kehidupan beragama yang moderat semakin mendapat perhatian masyarakat internasional. “Pokoknya Indonesia itu sekarang jadi model, ya, terutama moderasi beragama kita,” ungkapnya.

Selain peluang kerja sama antarlembaga, Menag menyebut dua universitas di Italia dan Vatikan turut menyampaikan ketertarikan untuk membangun kolaborasi dengan Indonesia. Kedua perguruan tinggi tersebut ingin mempelajari pengalaman Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Ada dua universitas di Italia dan Vatikan itu mengajak kita kerja sama,” katanya.

Salah satu universitas tersebut yaitu PISAI (Pontificio Istituto di Studi Arabi e d'Islamistica/ Institut Kepausan untuk Studi Arab dan Islam) binaan Takhta Suci Vatikan. Menag menilai kerja sama tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran bersama. Indonesia memiliki pengalaman dalam mengelola kemajemukan masyarakat, sementara Vatikan menyimpan kekayaan literatur dan tradisi keilmuan yang dapat menjadi sumber pembelajaran.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya