Yayasan Indonesia Damai Mengaji Salurkan Mushaf Quran untuk Komunitas Eks Preman
Fajar adhitya
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 13:55 WIB
Sumbangan Mushaf Quran dari Yayasan Indonesia Damai Mengaji. (Foto: Antara).
Yayasan Indonesia Damai Mengaji menyalurkan menyalurkan puluhan mushaf Al Quran ke Komunitas Rumah Pengajian yang seluruh santrinya adalah eks preman.
Ketua Yayasan Indonesia Damai Mengaji (YIDM), Komjen Pol (Purn) Syafruddin, mengapresiasi adanya Komunitas Rumah Pengajian.
"Saya sangat bersyukur masih ada rumah pengajian yang mau menampung eks preman maupun mantan pemakai narkoba, mengajari mereka agama," kata Syafruddin.
Menurut dia, sangat jarang ditemui rumah pengajian yang mengajarkan orang dewasa belajar mengaji, apalagi seluruh santrinya berumur antara 20 tahun ke atas, bahkan sampai 40 tahunan.
Ketua Pembina Rumah Ngaji, Ustadz Zainuddin mengatakan, Rumah Pengajian sudah ada sejak dua tahun lalu. Awalnya, cukup berat karena banyak tantangan, apalagi di lingkungan itu dianggap rawan kriminalitas serta peredaran narkoba.
Namun secara perlahan, paradigma kondisi lingkungan itu mulai dirubah sedikit demi sedikit, beberapa warga sekitar mulai sadar dan ingin hijrah, sehingga kesempatan itu dimanfaatkan dengan mengajarkan mereka ilmu agama sekaligus mengaji.
Sumber: Antaranews
Ketua Yayasan Indonesia Damai Mengaji (YIDM), Komjen Pol (Purn) Syafruddin, mengapresiasi adanya Komunitas Rumah Pengajian.
"Saya sangat bersyukur masih ada rumah pengajian yang mau menampung eks preman maupun mantan pemakai narkoba, mengajari mereka agama," kata Syafruddin.
Menurut dia, sangat jarang ditemui rumah pengajian yang mengajarkan orang dewasa belajar mengaji, apalagi seluruh santrinya berumur antara 20 tahun ke atas, bahkan sampai 40 tahunan.
Ketua Pembina Rumah Ngaji, Ustadz Zainuddin mengatakan, Rumah Pengajian sudah ada sejak dua tahun lalu. Awalnya, cukup berat karena banyak tantangan, apalagi di lingkungan itu dianggap rawan kriminalitas serta peredaran narkoba.
Namun secara perlahan, paradigma kondisi lingkungan itu mulai dirubah sedikit demi sedikit, beberapa warga sekitar mulai sadar dan ingin hijrah, sehingga kesempatan itu dimanfaatkan dengan mengajarkan mereka ilmu agama sekaligus mengaji.
Sumber: Antaranews
(bal)