Menparekraf Dorong Pengembangan Wisata Alam di Desa Ngilngof
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 15:19 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno saat visitasi ke Desa Wisata Ngilngof di Maluku Tenggara. (Foto: Dok. Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mendorong Desa Wisata Ngilngof di Maluku Tenggara agar bisa lebih populer dan dikenal oleh wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.
Desa Ngilngof memiliki keunggulan khusus sebagai rumah bagi pantai yang konon punya pasir terhalus di dunia. Sandiaga mengaku takjub dan amat disayangkan jika keunggulan tersebut belum terlalu terdengar.
"Seluruh dunia tahu Raja Ampat, nah ini tidak terlalu jauh dari Raja Ampat ada kota punya sensasi yang luar biasa dan tidak kalah menariknya. Jadi, branding yang kuat tentang pasir putih terhalus ini yang kita ingin dorong," saat visitasi ke Desa Ngilngof, Kamis (28/10).
Baca juga:Kemenparekraf Siap Tutup Kembali Tempat Wisata yang Abai Prokes
Desa Wisata Ngilngof merupakan salah satu desa yang berada di Kepulauan Kei, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara. Desa Ngilngof masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.
Desa ini berjarak 15km atau dapat ditempuh selama 20 menit dari Kota Langgur. Desa Ngilngof menawarkan ragam keindahan pesona alam yang luar biasa indah, seperti Pulau Ohoiew. Selain itu, ada juga Pantai Yanroa yang merupakan tempat konservasi mangrove.
Keunikan pantai Yanroa adalah ketika pasang surut, air pantai akan menjadi kering dan dangkal, sehingga masyarakat menyebutnya Air Meti. Di saat itulah warga Ngilngof akan menangkap ikan dengan cara tradisional dengan berjalan di tengah laut tersebut.
Desa Ngilngof memiliki keunggulan khusus sebagai rumah bagi pantai yang konon punya pasir terhalus di dunia. Sandiaga mengaku takjub dan amat disayangkan jika keunggulan tersebut belum terlalu terdengar.
"Seluruh dunia tahu Raja Ampat, nah ini tidak terlalu jauh dari Raja Ampat ada kota punya sensasi yang luar biasa dan tidak kalah menariknya. Jadi, branding yang kuat tentang pasir putih terhalus ini yang kita ingin dorong," saat visitasi ke Desa Ngilngof, Kamis (28/10).
Baca juga:Kemenparekraf Siap Tutup Kembali Tempat Wisata yang Abai Prokes
Desa Wisata Ngilngof merupakan salah satu desa yang berada di Kepulauan Kei, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara. Desa Ngilngof masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.
Desa ini berjarak 15km atau dapat ditempuh selama 20 menit dari Kota Langgur. Desa Ngilngof menawarkan ragam keindahan pesona alam yang luar biasa indah, seperti Pulau Ohoiew. Selain itu, ada juga Pantai Yanroa yang merupakan tempat konservasi mangrove.
Keunikan pantai Yanroa adalah ketika pasang surut, air pantai akan menjadi kering dan dangkal, sehingga masyarakat menyebutnya Air Meti. Di saat itulah warga Ngilngof akan menangkap ikan dengan cara tradisional dengan berjalan di tengah laut tersebut.