home masjid

Makna Dosa, Syirik, dan Kekekalan di Neraka pada Surat Al-Baqarah Ayat 81

Senin, 02 November 2026 - 11:05 WIB
Makna Dosa, Syirik, dan Kekekalan di Neraka pada Surat Al-Baqarah Ayat 81

Ayat ke-81 dari Surat Al-Baqarah hadir sebagai respons langsung sekaligus penegasan Ilahi terhadap klaim keliru Bani Israil yang merasa bahwa siksa api neraka tidak akan menyentuh mereka, atau jika pun menyentuh, hanya sebatas beberapa hari saja. Allah SWT membantah mentah-mentah klaim berbasis etnis atau angan-angan kosong tersebut dengan menetapkan standar keadilan universal: keselamatan atau an-najāh tidak ditentukan oleh nasab, melainkan oleh keimanan, ketundukan, serta amal perbuatan.

بَلَىٰ مَن كَسَبَ سَيِّئَةًۭ وَأَحَٰطَتْ بِهِۦ خَطِيٓـَٔتُهُۥ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

(Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah: 81).

Melalui penjelasan para mufassir seperti Imam al-Tabari, ayat ini berfungsi untuk menegaskan bahwa hak prerogatif pengampunan dan siksaan berpijak pada prinsip kebenaran objektif, bukan klaim subjektif golongan tertentu.

Pembahasan tafsir ayat ini dimulai dari partikel balā, yakni huruf jawab yang berfungsi untuk memberikan penegasan (itsbāt) setelah adanya bentuk penyangkalan (nafi) dari klaim kaum Yahudi. Imam al-Tabari menjelaskan bahwa balā merupakan bentuk koreksi total terhadap asumsi yang tidak berdasar.

Sementara itu, Ibnu Katsir menegaskan bahwa ketetapan Allah tidak berjalan sesuai dengan keinginan atau hawa nafsu manusia, melainkan berdasarkan hukum sebab-akibat keimanan dan perbuatan dosa. Syeikh as-Sa'di turut memperkuat bahwa klaim-klaim kosong yang dipegang oleh kelompok tersebut sama sekali tidak memiliki realitas kebenaran di sisi Allah SWT.

Baca Juga:Rezim Junta Militer Myanmar Vonis 11 Tahun Dua Guru Agama dan Sita Masjid

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya