Jokowi Kunjungi Tiga Negara Pakai Garuda, Ini Penjelasan Kasetpres
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 17:25 WIB
Presiden Jokowi bertolak menuju Roma, Italia, dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (29/10). (Foto: Biro Setpres/Agus Suparto)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke tiga negara, yakni Italia, Inggris Raya, dan Persatuan Emirat Arab pada Jumat (29/10). Namun, ada yang berbeda dalam kunjungan luar negeri tersebut, di mana Jokowi menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono, menjelaskan alasan Presiden menggunakan Garuda Indonesia telah dipertimbangkan secara matang, baik dari sisi efisiensi waktu, penghematan anggaran, serta protokol kesehatan.
"Dengan Garuda Indonesia, perjalanan menuju Roma selama 13 jam ini bisa dilakukan langsung tanpa perlu transit. Kalau menggunakan Pesawat Kepresidenan BBJ, kita harus transit dulu," kata Heru.
"Dan ingat, ini adalah kunjungan kerja pertama Bapak Presiden ke luar negeri di masa pandemi. Jadi, kami sangat berhati-hati dalam menjalankan protokol kesehatan, termasuk pertemuan tatap muka saat transit," terangnya.
Baca juga:Anggota DPR Beberkan Dua Cara untuk Berantas Pinjol Ilegal
Menurut Heru, jika Presiden dan rombongan harus transit, maka persiapan pelaksanaan prokes harus dijalankan dengan baik. Mulai dari sterilisasi ruang tunggu, tes PCR untuk pramusaji, hingga makanan dan minuman yang disajikan harus dijalankan dengan prokes ketat.
"Alasan lainnya tentu efisiensi anggaran. Setelah kami hitung, mengingat adanya para menteri dalam rombongan ini, tentu akan jauh lebih hemat menggunakan pesawat komersil," jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono, menjelaskan alasan Presiden menggunakan Garuda Indonesia telah dipertimbangkan secara matang, baik dari sisi efisiensi waktu, penghematan anggaran, serta protokol kesehatan.
"Dengan Garuda Indonesia, perjalanan menuju Roma selama 13 jam ini bisa dilakukan langsung tanpa perlu transit. Kalau menggunakan Pesawat Kepresidenan BBJ, kita harus transit dulu," kata Heru.
"Dan ingat, ini adalah kunjungan kerja pertama Bapak Presiden ke luar negeri di masa pandemi. Jadi, kami sangat berhati-hati dalam menjalankan protokol kesehatan, termasuk pertemuan tatap muka saat transit," terangnya.
Baca juga:Anggota DPR Beberkan Dua Cara untuk Berantas Pinjol Ilegal
Menurut Heru, jika Presiden dan rombongan harus transit, maka persiapan pelaksanaan prokes harus dijalankan dengan baik. Mulai dari sterilisasi ruang tunggu, tes PCR untuk pramusaji, hingga makanan dan minuman yang disajikan harus dijalankan dengan prokes ketat.
"Alasan lainnya tentu efisiensi anggaran. Setelah kami hitung, mengingat adanya para menteri dalam rombongan ini, tentu akan jauh lebih hemat menggunakan pesawat komersil," jelasnya.