Alhamdulillah, Banyak Lembaga Ormas Bantu Warga Terdampak PPKM
Fajar adhitya
Jum'at, 16 Juli 2021 - 07:38 WIB
Ilustrasi bantuan untuk warga terdampak Covid. (Foto: iStock).
Kementerian Agama (Kemenag) mengapresiasi sejumlah lembaga maupun organisasi masyarakat (ormas) yang bergerak membantu warga di masa pandemi Covid-19. Sebab PPKM darurat ini memang berdampak pada mata pencaharian sebagian masyarakat.
"Banyak gerakan cepat dari lembaga dan ormas yang membuat program darurat untuk mereka yang membutuhkan. Ini sangat baik," kata Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor, Kamis (15/7/2021).
Dia mengatakan, kebijakan PPKM darurat sebagai upaya mengendalikan laju penularan Covid-19 memang berdampak pada sebagian masyarakat. Namun langkah ini harus diambil pemerintah agar penularan virus bisa ditekan.
Di satu sisi, kebijakan PPKM darurat juga menjadi langkah agar Covid-19 bisa terkendali dan beban tenaga kesehatan dalam menangani pasien dapat berkurang.
Merespon kondisi ini, sejumlah lembaga baik yang bergerak di bidang kemanusiaan maupun zakat bahu-membahu mengeluarkan berbagai cara dalam membantu masyarakat maupun dukungan terhadap tenaga kesehatan.
Salah satunya Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), PBNU, Muhammadiyah, hingga lembaga filantropi lainnya meluncurkan program bantuan pangan dan pelayanan kesehatan gratis.
Begitu pula dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang punya cara tersendiri dalam membantu masyarakat dan tenaga kesehatan.
"Banyak gerakan cepat dari lembaga dan ormas yang membuat program darurat untuk mereka yang membutuhkan. Ini sangat baik," kata Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor, Kamis (15/7/2021).
Dia mengatakan, kebijakan PPKM darurat sebagai upaya mengendalikan laju penularan Covid-19 memang berdampak pada sebagian masyarakat. Namun langkah ini harus diambil pemerintah agar penularan virus bisa ditekan.
Di satu sisi, kebijakan PPKM darurat juga menjadi langkah agar Covid-19 bisa terkendali dan beban tenaga kesehatan dalam menangani pasien dapat berkurang.
Merespon kondisi ini, sejumlah lembaga baik yang bergerak di bidang kemanusiaan maupun zakat bahu-membahu mengeluarkan berbagai cara dalam membantu masyarakat maupun dukungan terhadap tenaga kesehatan.
Salah satunya Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), PBNU, Muhammadiyah, hingga lembaga filantropi lainnya meluncurkan program bantuan pangan dan pelayanan kesehatan gratis.
Begitu pula dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang punya cara tersendiri dalam membantu masyarakat dan tenaga kesehatan.