Pimpinan Ormas Islam Soroti Dinamika Nasional di Aksi Bela Rakyat Indonesia
Ahmad zuhdi
Ahad, 08 November 2026 - 10:11 WIB
Pimpinan Ormas Islam Soroti Dinamika Nasional di Aksi Bela Rakyat Indonesia. Foto: Ahmad Zuhdi.
Perwakilan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Azrul Tanjung menyampaikan berbagai rentetan kejadian dan peristiwa nasional yang terjadi harus disikapi dengan bijak. Hal itu disampaikan Azrul dalam Aksi Bela Rakyat Indonesia di lapangan Masjid Al-Azhar, Kebayoran, Jakarta, Ahad (8/11/2026).
"Insyaallah ke depan kita terus menyuarakan berbagai persoalan yang ada. Termasuk persoalan yang ada di sekitar masyarakat kita, terus bergerak, terus berkoordinasi bersama para ulama agar kita tidak salah langkah," ujar Azrul.
Pada kesempatan sama, Anggota DPD, Tamsil Linrung mengungkapkan persoalan nasional akhir ini tidak boleh berlarut-larut. Di antaranya terkait ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kini terus menjadi sorotan.
"Karena itu tidak bisa salahkan kalau ada masyarakat yang menurunkan foto Wakil Presiden. Kalau ini dibiarkan berlarut-larut, berapa beratnya tugas Presiden, mudah-mudahan ketika reses DPR ke depan sudah selesai," ujar Tamsil.
"Tidak perlu ada hak angket, dan sebagainya, putusan MA (Mahkamah Agung) dan MK (Mahkamah Konstitusi) itu sudah cukup untuk menghentikan dan menggantikan posisi Wapres. Maka saya minta saran kepada Ustaz Bachtiar Nasir siapa dua nama yang akan diusulkan untuk menjadi Wapres," imbuhnya.
Senada, Ketua DPP Al-Irsyad menyampaikan agar pelaksanaan hukum dilakukan setelah keputusan MA dan MK keluar beberapa waktu lalu. "Kita dukung penegakan hukum agar persoalan ini tidak berlarut-larut," ujarnya.
Ketua Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, Ustaz Fathurrahman mengatakan kehadiran ribuan umat Islam ini merupakan bentuk kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagaimana pesan founding fathers NKRI, Pak Natsir.
"Insyaallah ke depan kita terus menyuarakan berbagai persoalan yang ada. Termasuk persoalan yang ada di sekitar masyarakat kita, terus bergerak, terus berkoordinasi bersama para ulama agar kita tidak salah langkah," ujar Azrul.
Pada kesempatan sama, Anggota DPD, Tamsil Linrung mengungkapkan persoalan nasional akhir ini tidak boleh berlarut-larut. Di antaranya terkait ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kini terus menjadi sorotan.
"Karena itu tidak bisa salahkan kalau ada masyarakat yang menurunkan foto Wakil Presiden. Kalau ini dibiarkan berlarut-larut, berapa beratnya tugas Presiden, mudah-mudahan ketika reses DPR ke depan sudah selesai," ujar Tamsil.
"Tidak perlu ada hak angket, dan sebagainya, putusan MA (Mahkamah Agung) dan MK (Mahkamah Konstitusi) itu sudah cukup untuk menghentikan dan menggantikan posisi Wapres. Maka saya minta saran kepada Ustaz Bachtiar Nasir siapa dua nama yang akan diusulkan untuk menjadi Wapres," imbuhnya.
Senada, Ketua DPP Al-Irsyad menyampaikan agar pelaksanaan hukum dilakukan setelah keputusan MA dan MK keluar beberapa waktu lalu. "Kita dukung penegakan hukum agar persoalan ini tidak berlarut-larut," ujarnya.
Ketua Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, Ustaz Fathurrahman mengatakan kehadiran ribuan umat Islam ini merupakan bentuk kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagaimana pesan founding fathers NKRI, Pak Natsir.