Keistimewaan Shalat Malam, Kapan Dikerjakan dan Berapa Rakaat?
Ahmad zuhdi
Sabtu, 30 Oktober 2021 - 23:05 WIB
Shalat berjamaah di masjid. Foto: Antaranews
Selain shalat fardhu, Allah dan RasulNya menganjurkan setiap muslim untuk dapat melaksanakan shalat malam, baik di 1/3 malam awal, pertengahan atau akhir. Tentunya umat Islam yang tahu tentang keistimewaan ini tak akan melewatkan kesempatan emas untuk bermunajat langsung kepada Allah.
Namun setiap kita dituntut untuk mengkaji masalah-masalah ibadah sampai mendapatkan kepuasan dan kejelasan dalam melaksanakan ibadah, termasuk mengetahui secara mendasar apa yang dimaksud shalat malam dan berapa jumlah rakaatnya. Shalat malam, yakni shalat sunnah di waktu malam, dilakukan setelah shalat isya sampai menjelang subuh. Shalat malam kadang disebut shalat tarawih, Qiyamul-Ramadhan, tahajud, qiyamul-lail atau witir.
Baca Juga:Masjid Didorong Punya Minimarket untuk Sejahterakan Ummat
Disebut tarawih atau Qiyamul-Ramadhan jika dilakukan di bulan Ramadhan. Tarawih adalah bentuk jamak' dari tarwihah, artinya, santai. Dinamakan shalat tarawih karena para sahabat melakukannya dengan santai, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:
Latin: Liannahum yatarawwahuuna biha.
Arti: “Karena mereka melakukannya dengan santai.”
Di sela-sela shalat kadang membaca Alquran dulu kadang istirahat dulu. Nama atau istilah tarawih bukan penamaan dari Nabi SAW, sama halnya seperti Shalat Tahiyatul-Masjid. Nama tersebut bukan nama dari Nabi sendiri tetapi nama atau istilah para ulama saja untuk memudahkan mengenalnya.
Namun setiap kita dituntut untuk mengkaji masalah-masalah ibadah sampai mendapatkan kepuasan dan kejelasan dalam melaksanakan ibadah, termasuk mengetahui secara mendasar apa yang dimaksud shalat malam dan berapa jumlah rakaatnya. Shalat malam, yakni shalat sunnah di waktu malam, dilakukan setelah shalat isya sampai menjelang subuh. Shalat malam kadang disebut shalat tarawih, Qiyamul-Ramadhan, tahajud, qiyamul-lail atau witir.
Baca Juga:Masjid Didorong Punya Minimarket untuk Sejahterakan Ummat
Disebut tarawih atau Qiyamul-Ramadhan jika dilakukan di bulan Ramadhan. Tarawih adalah bentuk jamak' dari tarwihah, artinya, santai. Dinamakan shalat tarawih karena para sahabat melakukannya dengan santai, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:
Latin: Liannahum yatarawwahuuna biha.
Arti: “Karena mereka melakukannya dengan santai.”
Di sela-sela shalat kadang membaca Alquran dulu kadang istirahat dulu. Nama atau istilah tarawih bukan penamaan dari Nabi SAW, sama halnya seperti Shalat Tahiyatul-Masjid. Nama tersebut bukan nama dari Nabi sendiri tetapi nama atau istilah para ulama saja untuk memudahkan mengenalnya.