Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home masjid detail berita

Keistimewaan Shalat Malam, Kapan Dikerjakan dan Berapa Rakaat?

ahmad zuhdi Sabtu, 30 Oktober 2021 - 23:05 WIB
Keistimewaan Shalat Malam, Kapan Dikerjakan dan Berapa Rakaat?
Shalat berjamaah di masjid. Foto: Antaranews
LANGIT7.ID, Jakarta - Selain shalat fardhu, Allah dan RasulNya menganjurkan setiap muslim untuk dapat melaksanakan shalat malam, baik di 1/3 malam awal, pertengahan atau akhir. Tentunya umat Islam yang tahu tentang keistimewaan ini tak akan melewatkan kesempatan emas untuk bermunajat langsung kepada Allah.

Namun setiap kita dituntut untuk mengkaji masalah-masalah ibadah sampai mendapatkan kepuasan dan kejelasan dalam melaksanakan ibadah, termasuk mengetahui secara mendasar apa yang dimaksud shalat malam dan berapa jumlah rakaatnya. Shalat malam, yakni shalat sunnah di waktu malam, dilakukan setelah shalat isya sampai menjelang subuh. Shalat malam kadang disebut shalat tarawih, Qiyamul-Ramadhan, tahajud, qiyamul-lail atau witir.

Baca Juga: Masjid Didorong Punya Minimarket untuk Sejahterakan Ummat

Disebut tarawih atau Qiyamul-Ramadhan jika dilakukan di bulan Ramadhan. Tarawih adalah bentuk jamak' dari tarwihah, artinya, santai. Dinamakan shalat tarawih karena para sahabat melakukannya dengan santai, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:

Latin: Liannahum yatarawwahuuna biha.

Arti: “Karena mereka melakukannya dengan santai.”

Di sela-sela shalat kadang membaca Alquran dulu kadang istirahat dulu. Nama atau istilah tarawih bukan penamaan dari Nabi SAW, sama halnya seperti Shalat Tahiyatul-Masjid. Nama tersebut bukan nama dari Nabi sendiri tetapi nama atau istilah para ulama saja untuk memudahkan mengenalnya.

Baca Juga: Syeikh Sudais Resmikan Robot Disinfeksi di Masjidil Haram

Disebut tahajud jika dilakukan di akhir malam. Disebut witir karena rakaatnya ganjil. Pada dasarnya semuanya sama, yaitu shalat malam.

Untuk memudahkan memahaminya, almarhum al-Ustadz K.H.E. Abdurrahman memberikan contoh: “Disebut ketupat karena dibungkus dengan daun kelapa, disebut leupeut (bahasa sunda) kareng dibungkus dengan daun pisang, disebut dupi karena dibungkus dengan dengan daun bambu. Pada dasarnya semuanya sama adalah beras."

Adapun mengenai jumlah rakaat shalat malam itu tidak terbatas jumlahnya, yaitu boleh berapa rakaat saja. Hal ini berdasarkan hadits berikut ini:

Dari Ibnu Umar: Sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW tentang shalat malam, lalu Nabi bersabda: “Shalat malam itu dua-dua raka'at, dan apabila seseorang takut keburu subuh, maka shalatlah satu rakaat untuk membuat witir shalat yang telah ia lakukan. (HR al-Bukhari, 1: 176).

Baca Juga: Tafsir Surat Al Anbiya 107, Rasulullah Jadi Rahmat Semesta Alam

Berdasarkan hadits ini, ada yang berpendapat bahwa jumlah rakaat shalat malam itu bebas, bisa berapa rakaat saja. Dalam hadits lain dinyatakan dengan tegas, bahwa Nabi baik di bulan Ramadhan atau di luar Ramadhan tidak lebih dari 11 rakaat, sebagaimana dalam hadits berikut ini:

Dari Abi Salamah bin 'Abdurrahman, ia pernah bertanya kepada 'Aisyah: "Bagaimana keadaan shalat Rasulullah di dalam bulan ramadhan?”. "Aisyah menjawab. "Adalah Rasulullah tidak lebih dari 11 rakaat, baik di bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan. Beliau shalat empat rakaat, dan jangan kau tanyakan mengenai baik dan lamanya, kemudian beliau shalat (lagi) empat rakaat dan jangan kau tanyakan mengenai baik dan lamanya, kemudian beliau shalat tiga rakaat.” (HR al-Bukhari, Fath al-Bari, 4: 251).

Dalam hadits ini “Aisyah menjelaskan bahwa shalat malam Nabi itu tidak lebih dari 11 rakaat, baik di bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan.

Baca Juga: Fungsi Masjid di Era Rasulullah, Hanya 20 Persen untuk Ibadah

Andai dengan hadits yang pertama dipahami tidak membatasi jumlah rakaatnya, maka hadits “Aisyah ini adalah merupakan bayan (penjelas) bahwa jumlah maksimal rakaat shalat malam itu adalah 11 raka'at.

Dan Nabi tidak pernah walau satu kali saja shalat malam lebih dari 11 rakaat kecuali dua rakaat khafifatain, berarti jadi 13 raka'at dan tentu saja mengamalkan apa yang diamalkan oleh Nabi, itulah yang paling utama. Hadits ini menjelaskan cara shalat malam Nabi dengan cara 4-4-3 rakaat dengan berjumlah 11 rakaat.

Sumber: Buku Al-Fatawa tentang Shalat Sunnah karya KH Aceng Zakaria

Baca Juga:

73 Juta Penduduk Indonesia Terima Vaksin Covid-19 Dosis Lengkap

Budi Karya Buka Suara soal Kecelakaan LRT Saat Uji Coba


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)