LANGIT7.ID, Jakarta - Fungsi masjid di era Rasulullah hanya 20 persen untuk beribadah. Selebihnya dioptimalkan untuk berbagai kegiatan sosial dan pusat pembangunan peradaban.
Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar, mengelompokkan ada 26 fungsi masjid pada zaman Nabi Muhammad. Bila diakumulasikan semua fungsinya, hanya 20 persen saja yang digunakan untuk ibadah mahdah.
“Selebihnya masjid berfungsi sebagai pusat pemerintahan, rumah sakit, balai pertemuan, pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi ummat, baitul maal, hingga semacam penginapaan atau rumah transit,” katanya, Jumat (29/10/2021).
Masjid adalah rahasia kesuksesan Rasulullah menciptakan peradaban madani di Madinah. Tak heran bila sampai sekarang Rasulullah terus dikagumi sebagai sosok yang cemerlang, sebagai pemimpin masyarakat sekaligus manajer publik.
“Jarang orang bisa mengkombinasikan dua kepribadian seperti ini,” kata Kiai Nasaruddin.
Kemudian, dalam rangka memfungsikan masjid sebagai rumah perdamaian, dalam waktu dekat Masjid Istiqlal akan meresmikan Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Istiqlal dengan Katedral.
“Saya kira ini akan menjadi satu monumen dunia yang diukir oleh bangsa Indonesia. Kita mendemonstrasikan toleransi di Indonesia dan ini sesuai ajaran agama Islam yang sangat menjunjung tinggi kerja sama dan toleransi.”
(bal)