Di KTT G20, Presiden Jokowi Dorong Penguatan Peran UMKM dan Perempuan
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 01 November 2021 - 08:30 WIB
Presiden Joko Widodo saat berbicara di sesi KTT G20 di Roma, Italia. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyatakan peran perempuan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bagi kemajuan bangsa merupakan keniscayaan. Bagi Indonesia, UMKM adalah sendi utama perekonomian.
Hal tersebut disampaikannya saat berpidato pada side event KTT G20 di La Nuvola, Roma, Italia, yang membahas soal UMKM dan bisnis milik perempuan. Jokowi menyebut G20 harus terus mendorong penguatan peran UMKM dan perempuan melalui sejumlah aksi nyata.
"Pertama, meningkatkan inklusi keuangan UMKM dan perempuan. Inklusi keuangan adalah prioritas Indonesia. Indeks keuangan inklusif kami telah mencapai 81 persen dan kami targetkan mencapai 90 persen di tahun 2024," kata Jokowi seperti dikutip Senin (1/11).
Baca juga:Kiyai Maruf Amin Minta Masjid Jadi Leading Sector Pemulihan Sosial Ekonomi
Untuk mencapai hal itu, Jokowi mengatakan pembiayaan yang ramah dan akses pendanaan bagi UMKM di Indonesia akan terus diperkuat. "Indonesia mengalokasikan 17,8 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) kredit usaha rakyat (KUR) dan lebih dari 2,4 juta pengusaha perempuan telah menerima bantuan ini," jelasnya.
Selain itu, Indonesia juga meluncurkan 1,1 miliar Dolar AS bagi Program Produktif Usaha Mikro dan 63,5 persen, di antaranya diterima pengusaha perempuan. Khusus untuk pengusaha perempuan mikro dan ultra-mikro, Indonesia mengembangkan skema pemodalan khusus yang disebut program Mekaar "Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera".
Hingga saat ini, lanjut Jokowi, terdapat lebih dari 10,4 juta nasabah dengan total pembiayaan 1,48 miliar Dolar AS dan non-performing loan yang sangat rendah, hanya 0,1 persen. Hal tersebut membuktikan kemampuan para pengusaha perempuan yang mumpuni dalam mengelola dana.
Hal tersebut disampaikannya saat berpidato pada side event KTT G20 di La Nuvola, Roma, Italia, yang membahas soal UMKM dan bisnis milik perempuan. Jokowi menyebut G20 harus terus mendorong penguatan peran UMKM dan perempuan melalui sejumlah aksi nyata.
"Pertama, meningkatkan inklusi keuangan UMKM dan perempuan. Inklusi keuangan adalah prioritas Indonesia. Indeks keuangan inklusif kami telah mencapai 81 persen dan kami targetkan mencapai 90 persen di tahun 2024," kata Jokowi seperti dikutip Senin (1/11).
Baca juga:Kiyai Maruf Amin Minta Masjid Jadi Leading Sector Pemulihan Sosial Ekonomi
Untuk mencapai hal itu, Jokowi mengatakan pembiayaan yang ramah dan akses pendanaan bagi UMKM di Indonesia akan terus diperkuat. "Indonesia mengalokasikan 17,8 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) kredit usaha rakyat (KUR) dan lebih dari 2,4 juta pengusaha perempuan telah menerima bantuan ini," jelasnya.
Selain itu, Indonesia juga meluncurkan 1,1 miliar Dolar AS bagi Program Produktif Usaha Mikro dan 63,5 persen, di antaranya diterima pengusaha perempuan. Khusus untuk pengusaha perempuan mikro dan ultra-mikro, Indonesia mengembangkan skema pemodalan khusus yang disebut program Mekaar "Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera".
Hingga saat ini, lanjut Jokowi, terdapat lebih dari 10,4 juta nasabah dengan total pembiayaan 1,48 miliar Dolar AS dan non-performing loan yang sangat rendah, hanya 0,1 persen. Hal tersebut membuktikan kemampuan para pengusaha perempuan yang mumpuni dalam mengelola dana.