Berawal dari Ngarit, Kini Sukses Kembangkan Pakan Konsentrat Ternak
Mahmuda attar hussein
Selasa, 02 November 2021 - 12:30 WIB
Ilustrasi Munir, muslim asal Tuban yang kini sukses memiliki pabrik pakan sapi. Foto: Youtube PecahTelur
Tidak ada kesuksesan yang didapatkan secara instan. Menjadi pengusaha, perlu melewati setiap proses pahit yang menjadi bagian dari pembelajaran.
Seperti Munir, muslim asal Tuban yang kini sukses memiliki pabrik pakan sapi. Kesuksesannya itu pun bukan tanpa perjuangan, sebab sebelum seperti saat ini, Munir selalu ngarit untuk mendapatkan pakan untuk ternaknya.
"Saya mulai berpikir untuk beternak dengan konsep modern mulai 2008. Di akhir tahun 2011, saya punya pemikiran bahwa ke depan lahan rumput itu terus berkurang, sementara kebutuhan daging di Indonesia ini terus meningkat dan peternak itu ingin sesuatu yang praktis," jelasnya dikanal Youtube PecahTelur.
Baca juga: Gagal Jadi Tentara, Beralih Kembangkan Bisnis Pertanian
Artinya, lanjut dia, peternak ingin ada pakan untuk ternaknya yang bisa diperoleh tanpa ngarit. Dari situ, Munir mulai mencoba membuat konsentrat atau pakan ternaknya sendiri.
Tekadnya membuahkan hasil, dengan tabungan dan hasil penjualan sapinya, Munir mampu mengembangkan pakan konsentrat. Di awal menciptakan pakan konsentrat itu, ia menjadikan ternaknya sebagai bagian uji coba.
"Alhamdulillah dari situ kita mulai menemukan satu konsep bahwa dari satu mesin giling bisa membawa keuntungan ke depan. Sampai 2015 saya sudah mampu beli satu unit truk," katanya.
Seperti Munir, muslim asal Tuban yang kini sukses memiliki pabrik pakan sapi. Kesuksesannya itu pun bukan tanpa perjuangan, sebab sebelum seperti saat ini, Munir selalu ngarit untuk mendapatkan pakan untuk ternaknya.
"Saya mulai berpikir untuk beternak dengan konsep modern mulai 2008. Di akhir tahun 2011, saya punya pemikiran bahwa ke depan lahan rumput itu terus berkurang, sementara kebutuhan daging di Indonesia ini terus meningkat dan peternak itu ingin sesuatu yang praktis," jelasnya dikanal Youtube PecahTelur.
Baca juga: Gagal Jadi Tentara, Beralih Kembangkan Bisnis Pertanian
Artinya, lanjut dia, peternak ingin ada pakan untuk ternaknya yang bisa diperoleh tanpa ngarit. Dari situ, Munir mulai mencoba membuat konsentrat atau pakan ternaknya sendiri.
Tekadnya membuahkan hasil, dengan tabungan dan hasil penjualan sapinya, Munir mampu mengembangkan pakan konsentrat. Di awal menciptakan pakan konsentrat itu, ia menjadikan ternaknya sebagai bagian uji coba.
"Alhamdulillah dari situ kita mulai menemukan satu konsep bahwa dari satu mesin giling bisa membawa keuntungan ke depan. Sampai 2015 saya sudah mampu beli satu unit truk," katanya.