Langit7, Tuban - Tidak ada kesuksesan yang didapatkan secara instan. Menjadi pengusaha, perlu melewati setiap proses pahit yang menjadi bagian dari pembelajaran.
Seperti Munir, muslim asal Tuban yang kini sukses memiliki pabrik pakan sapi. Kesuksesannya itu pun bukan tanpa perjuangan, sebab sebelum seperti saat ini, Munir selalu ngarit untuk mendapatkan pakan untuk ternaknya.
"Saya mulai berpikir untuk beternak dengan konsep modern mulai 2008. Di akhir tahun 2011, saya punya pemikiran bahwa ke depan lahan rumput itu terus berkurang, sementara kebutuhan daging di Indonesia ini terus meningkat dan peternak itu ingin sesuatu yang praktis," jelasnya dikanal Youtube PecahTelur.
Baca juga: Gagal Jadi Tentara, Beralih Kembangkan Bisnis PertanianArtinya, lanjut dia, peternak ingin ada pakan untuk ternaknya yang bisa diperoleh tanpa ngarit. Dari situ, Munir mulai mencoba membuat konsentrat atau pakan ternaknya sendiri.
Tekadnya membuahkan hasil, dengan tabungan dan hasil penjualan sapinya, Munir mampu mengembangkan pakan konsentrat. Di awal menciptakan pakan konsentrat itu, ia menjadikan ternaknya sebagai bagian uji coba.
"Alhamdulillah dari situ kita mulai menemukan satu konsep bahwa dari satu mesin giling bisa membawa keuntungan ke depan. Sampai 2015 saya sudah mampu beli satu unit truk," katanya.
Saat ini, Munir mengaku masih terus menimba ilmu dari berbagai relasi yang ia miliki untuk terus mengembangkan usahanya. Ia mengisahkan, pada 2016 lalu sudah mampu memproduksi pakan konsentrat sebanyak 50 ton per bulannya.
![Berawal dari Ngarit, Kini Sukses Kembangkan Pakan Konsentrat Ternak]()
Sementara itu, ia memasarkan Bima Feed dengan menggunakan media sosial Facebook untuk menjangkau lebih banyak pembeli.
"Bima Feed kini sudah menyebar dan diterima di Pulau Jawa khususnya. April lalu, kita sudah mampu menjual sebanyak 900-1000 ton," jelasnya.
Baca juga: Hobi Pelihara Kelinci, Sukses Antarkan RezekiIa berharap, perkembangan usahanya itu juga bisa dirasakan oleh warga sekitarnya. Salah satunya dengan menyerap tenaga kerja mereka guna mengurangi angka pengangguran.
Saat ini, Munir sudah memiliki 50 orang pekerja yang membantunya di peternakan. Melalui brand Bima Feed, ia berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya peternak sapi.
(zul)