Batik Lasem jadi Ikon Rembang Fashion Parade 2021
Arif purniawan
Selasa, 02 November 2021 - 21:16 WIB
UMKM Sefana memamerkan produk mereka dalam Rembang Fashion Parade 2021 (foto: Arif Purniawan)
Produk batik fashion Kota Rembang dipamerkan di ajang peragaan busana Rembang Fashion Parade 2021 dengan tema “Batik Lasemku” di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa (2/11).
Sebanyak 11 desainer ikut memamerkan produk fashion batik terkini dari bahan batik khas Lasem.
"Dengan pameran ini kita berharap produk batik Lasem semakin dikenal sekaligus membuat terobosan baru dalam mensiasati turunnya pendapatan selama pandemi Covid-19," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Emma Rachmawati, Selasa (2/11).
Baca juga:Semarakkan Hari Jadi Ketiga, Halwa Kenalkan Koleksi Serampai
Menurut Emma, selama pandemi Covid-19 memang ada penurunan pendapan. Ironisnya, tidak semua pemilik UMKM ingin membuat terobosan, karena terkait dengan passion masing-masing.
"Sebenarnya di Rembang banyak UMKM batik, tapi yang kini mengembangkan ke yang ready to weare (siap pakai) yakni fashion, hanya 7 UMKM," tegasnya.
Sebanyak 7 pemilik UMKM batik di Kabupaten Rembang ini kemudian membuat terobosan pada Agustus 2020, dengan didampingi oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
Sebanyak 11 desainer ikut memamerkan produk fashion batik terkini dari bahan batik khas Lasem.
"Dengan pameran ini kita berharap produk batik Lasem semakin dikenal sekaligus membuat terobosan baru dalam mensiasati turunnya pendapatan selama pandemi Covid-19," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Emma Rachmawati, Selasa (2/11).
Baca juga:Semarakkan Hari Jadi Ketiga, Halwa Kenalkan Koleksi Serampai
Menurut Emma, selama pandemi Covid-19 memang ada penurunan pendapan. Ironisnya, tidak semua pemilik UMKM ingin membuat terobosan, karena terkait dengan passion masing-masing.
"Sebenarnya di Rembang banyak UMKM batik, tapi yang kini mengembangkan ke yang ready to weare (siap pakai) yakni fashion, hanya 7 UMKM," tegasnya.
Sebanyak 7 pemilik UMKM batik di Kabupaten Rembang ini kemudian membuat terobosan pada Agustus 2020, dengan didampingi oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).