Hubungan dengan China Memanas, Taiwan Perkuat Pasukan Cadangan
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 02 November 2021 - 22:30 WIB
Anggota tentara berpartisipasi dalam perayaan Hari Nasional di Taipei, Taiwan, 10 Oktober 2021. (Foto: ANTARA)
Hubungan antara Taiwan dengan China semakin tegang dalam beberapa pekan terakhir. Tekanan Beijing makin keras kepada Formosa yang dianggap sebagai bagian dari provinsinya itu.
Pemerintah Beijing telah mengirimkan 150 jet tempur menyerbu zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ), yang menjadi terbesar sepanjang sejarah konflik keduanya. Namun, Taiwan pada Selasa (2/11), akan memperkuat latihan untuk pasukan cadangannya tahun depan ketika aktivitas militer China di dekat pulau itu meningkat.
Baca juga:Kecelakaan Kapal Selam Nuklir di LCS, China Minta Penjelasan AS
Menteri Pertahanan Chiu Kuo-cheng, bulan lalu menggambarkan situasi itu "paling serius" selama lebih dari 40 tahun dan mendesak tambahan anggaran belanja militer untuk pengembangan senjata buatan sendiri.
"Mulai tahun depan, latihan penyegaran wajib bagi sejumlah pasukan cadangan akan ditambah menjadi 14 hari, dari sebelumnya 5-7 hari. Penambahan dilakukan untuk "meningkatkan secara efektif kemampuan tempur pasukan cadangan," kata Kementerian Pertahanan dalam pernyataannya.
Tentara cadangan akan menggunakan peluru dua kali lebih banyak dalam latihan menembak, sedangkan latihan tempur akan diperpanjang menjadi 56 jam dari setengah hari saat ini. Program baru itu akan diterapkan pada sekitar 13 persen dari 100.000 tentara cadangan yang akan dilatih tahun depan.
Baca juga:Pembukaan Kembali Pariwisata Bali Digaungkan di Beijing
Pemerintah Beijing telah mengirimkan 150 jet tempur menyerbu zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ), yang menjadi terbesar sepanjang sejarah konflik keduanya. Namun, Taiwan pada Selasa (2/11), akan memperkuat latihan untuk pasukan cadangannya tahun depan ketika aktivitas militer China di dekat pulau itu meningkat.
Baca juga:Kecelakaan Kapal Selam Nuklir di LCS, China Minta Penjelasan AS
Menteri Pertahanan Chiu Kuo-cheng, bulan lalu menggambarkan situasi itu "paling serius" selama lebih dari 40 tahun dan mendesak tambahan anggaran belanja militer untuk pengembangan senjata buatan sendiri.
"Mulai tahun depan, latihan penyegaran wajib bagi sejumlah pasukan cadangan akan ditambah menjadi 14 hari, dari sebelumnya 5-7 hari. Penambahan dilakukan untuk "meningkatkan secara efektif kemampuan tempur pasukan cadangan," kata Kementerian Pertahanan dalam pernyataannya.
Tentara cadangan akan menggunakan peluru dua kali lebih banyak dalam latihan menembak, sedangkan latihan tempur akan diperpanjang menjadi 56 jam dari setengah hari saat ini. Program baru itu akan diterapkan pada sekitar 13 persen dari 100.000 tentara cadangan yang akan dilatih tahun depan.
Baca juga:Pembukaan Kembali Pariwisata Bali Digaungkan di Beijing