KH Said Aqil Siroj Masuk Jajaran 50 Muslim Berpengaruh di Dunia
Muhajirin
Kamis, 04 November 2021 - 13:27 WIB
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (foto: nu.or.id)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj, masuk dalam The Top 50 jajaran tokoh paling berpengaruh di dunia versi The Muslim 500: The World’s 500 Most Influential Muslims 2022.
KH Said Aqil ditempatkan di urutan ke-19, satu tingkat di atas mantan Mufti Besar Mesir, HE Syekh Dr Ali Jum'ah. Kali ini bukan pertama kalinya Kiai Said Aqil Siroj dinobatkan sebagai tokoh muslim paling berpengaruh dunia.
Baca Juga: Presiden Jokowi hingga Gubernur Khofifah Masuk Daftar 500 Tokoh Muslim Berpengaruh Se-Dunia
Pada tahun-tahun sebelumnya, nama KH Said Aqil kerap masuk ke dalam daftar 20 besar tokoh muslim dianggap berpengaruh di dunia. Penobatan KH Said Aqil ini dinilai menjadi bukti dunia membutuhkan Islam yang ramah, inklusif dan damai.
Dalam deskripsinya, Kiai Said disebut sebagai tokoh yang memiliki perhatian besar terhadap masalah moderasi dan hak asasi manusia. Ia dinilai sebagai orang yang berjasa dalam melindungi kelompok minoritas di Indonesia. Kiai Said juga diapresiasi atas pemahamannya di bidang keilmuan Islam sebagai sarana membangun peradaban.
KH Said Aqil ditempatkan di urutan ke-19, satu tingkat di atas mantan Mufti Besar Mesir, HE Syekh Dr Ali Jum'ah. Kali ini bukan pertama kalinya Kiai Said Aqil Siroj dinobatkan sebagai tokoh muslim paling berpengaruh dunia.
Baca Juga: Presiden Jokowi hingga Gubernur Khofifah Masuk Daftar 500 Tokoh Muslim Berpengaruh Se-Dunia
Pada tahun-tahun sebelumnya, nama KH Said Aqil kerap masuk ke dalam daftar 20 besar tokoh muslim dianggap berpengaruh di dunia. Penobatan KH Said Aqil ini dinilai menjadi bukti dunia membutuhkan Islam yang ramah, inklusif dan damai.
Dalam deskripsinya, Kiai Said disebut sebagai tokoh yang memiliki perhatian besar terhadap masalah moderasi dan hak asasi manusia. Ia dinilai sebagai orang yang berjasa dalam melindungi kelompok minoritas di Indonesia. Kiai Said juga diapresiasi atas pemahamannya di bidang keilmuan Islam sebagai sarana membangun peradaban.