Garuda Indonesia-Pemrov Sulut Kerjasama Angkut 1000 Ton Tuna dan Produk Pertanian ke Jepang
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 05 November 2021 - 07:30 WIB
Ikan tuna. Foto: Pixabay
Garuda Indonesia pada hari Rabu (3/11) menandatangani kerja sama perluasan layanan pengangkutan komoditas ekspor dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Kesepakatan ini bentuk optimalisasi sinergitas dalam upaya pemulihan ekonomi daerah khususnya Sulawesi Utara melalui penyediaan dan peningkatan layanan distribusi logistik komoditas ekspor unggulan dari Sulawesi Utara.
Penandatanganan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara kedua belah pihak yang telah dilaksanakan sejak bulan Oktober lalu sebagai upaya untuk meningkatkan nilai ekspor Provinsi Sulawesi Utara khususnya melalui sektor perdagangan dan perindustrian.
Penandatanganan perluasan kerja sama tersebut dilaksanakan langsung oleh Direktur Layanan dan Niaga Garuda Indonesia Ade R Susardi bersama dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara Edwin Kindangen bertempat di kantor pusat Garuda Indonesia, di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Baca juga: KKP Berhasil Kembangkan Teknologi Budidaya Lobster
Melalui perluasan kerja sama ini Garuda Indonesia akan mendukung aktivitas direct export melalui angkutan komoditas ekspor kargo dengan proyeksi angkutan sebesar 1000 ton kargo yang terdiri dari komoditas kemaritiman khususnya ikan tuna serta hasil pertanian Sulawesi Utara di antaranya bawang merah, gula aren, dan termasuk budidaya bunga krisan yang akan diterbangkan menuju Narita, Jepang secara bertahap hingga periode November 2022 mendatang.
Pengiriman komoditas ekspor unggulan Sulawesi Utara tersebut akan dilayani Garuda Indonesia melalui rute penerbangan langsung khusus kargo Manado - Narita yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado setiap hari Rabu, pukul 23.40 waktu setempat dan tiba di Narita International Airport pada pukul 06.35 waktu setempat dengan menggunakan armada A330-200 yang memiliki kapasitas angkutan mencapai 30 ton di setiap penerbangannya.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa perluasan kerja sama tersebut merupakan realisasi komitmen Garuda Indonesia dan Pemprov Sulawesi Utara dalam mengoptimalkan kontribusinya terhadap upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional khususnya di wilayah Sulawesi Utara.
Penandatanganan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara kedua belah pihak yang telah dilaksanakan sejak bulan Oktober lalu sebagai upaya untuk meningkatkan nilai ekspor Provinsi Sulawesi Utara khususnya melalui sektor perdagangan dan perindustrian.
Penandatanganan perluasan kerja sama tersebut dilaksanakan langsung oleh Direktur Layanan dan Niaga Garuda Indonesia Ade R Susardi bersama dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara Edwin Kindangen bertempat di kantor pusat Garuda Indonesia, di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Baca juga: KKP Berhasil Kembangkan Teknologi Budidaya Lobster
Melalui perluasan kerja sama ini Garuda Indonesia akan mendukung aktivitas direct export melalui angkutan komoditas ekspor kargo dengan proyeksi angkutan sebesar 1000 ton kargo yang terdiri dari komoditas kemaritiman khususnya ikan tuna serta hasil pertanian Sulawesi Utara di antaranya bawang merah, gula aren, dan termasuk budidaya bunga krisan yang akan diterbangkan menuju Narita, Jepang secara bertahap hingga periode November 2022 mendatang.
Pengiriman komoditas ekspor unggulan Sulawesi Utara tersebut akan dilayani Garuda Indonesia melalui rute penerbangan langsung khusus kargo Manado - Narita yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado setiap hari Rabu, pukul 23.40 waktu setempat dan tiba di Narita International Airport pada pukul 06.35 waktu setempat dengan menggunakan armada A330-200 yang memiliki kapasitas angkutan mencapai 30 ton di setiap penerbangannya.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa perluasan kerja sama tersebut merupakan realisasi komitmen Garuda Indonesia dan Pemprov Sulawesi Utara dalam mengoptimalkan kontribusinya terhadap upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional khususnya di wilayah Sulawesi Utara.