BI: Minyak Goreng hingga Detergen Bakal Sumbang Inflasi Awal November
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 05 November 2021 - 21:45 WIB
Ilustrasi minyak goreng. (Foto: Langit7.id/iStock)
Bank Indonesia (BI) memperkirakan beberapa komoditas seperti cabai merah, daging ayam ras, minyak goreng, hingga sabun dan detergen bubuk menjadi penyumbang inflasi pada pekan pertama November 2021.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, mengatakan jika minyak goreng diprediksi bakal menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).
Baca juga:Slank Gagas Program Slankerpreuneur, Bantu Pengembangan UMKM Fans
Sedangkan cabai merah sebesar 0,03 persen (mtm), daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,02 persen (mtm). Sementara sabun detergen bubuk dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).
"Di beberapa komoditas justru mengalami deflasi, yaitu bawang merah, tomat dan cabai rawit masing-masing sebesar minus 0,01 persen (mtm)," kata Erwin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/11).
Jika mengacu pada Survei Pemantauan Harga (SPH) pekan pertama November 2021, perkembangan harga pada November 2021 secara keseluruhan tetap terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,16 persen (mtm).
Baca juga:Garuda Indonesia-Pemrov Sulut Kerjasama Angkut 1000 Ton Tuna dan Produk Pertanian ke Jepang
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, mengatakan jika minyak goreng diprediksi bakal menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).
Baca juga:Slank Gagas Program Slankerpreuneur, Bantu Pengembangan UMKM Fans
Sedangkan cabai merah sebesar 0,03 persen (mtm), daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,02 persen (mtm). Sementara sabun detergen bubuk dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).
"Di beberapa komoditas justru mengalami deflasi, yaitu bawang merah, tomat dan cabai rawit masing-masing sebesar minus 0,01 persen (mtm)," kata Erwin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/11).
Jika mengacu pada Survei Pemantauan Harga (SPH) pekan pertama November 2021, perkembangan harga pada November 2021 secara keseluruhan tetap terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,16 persen (mtm).
Baca juga:Garuda Indonesia-Pemrov Sulut Kerjasama Angkut 1000 Ton Tuna dan Produk Pertanian ke Jepang