Atlet Parabadminton Leani Ratri Oktila Mimpi Bangun GOR di Solo
Muhammad rifai akif
Ahad, 07 November 2021 - 19:42 WIB
Atlet Parabadminton Leani Ratri Oktila saat konferensi pers di Peparnas Papua, Minggu (7/11/2021). Foto :
Peraih dua medali emas dan perak cabang bulu tangkis di ajang Paralimpiade Tokyo 2020, Leani Ratri Oktila bermimpi membangun fasilitas olahraga lengkap di Kota Solo, Jawa Tengah.
Ratri, panggilan akrabnya, akan mengikuti jejak legenda bulu tangkis Indonesia seperti Taufik Hidayat, Candra Wijaya, Sony Dwi Kuncoro dan sejumlah nama lainnya yang telah membangun pusat olahraga dan pembinaan atlet usia dini usai pensiun sebagai atlet.
Demikian dikatakan Ratri usai mengikuti konferensi pers di Media Center Kominfo Peparnas Papua di Swiss-belhotel Papua, Kota Jayapura, Minggu (7/11/2021). Menurut Ratri, gedung olahraga (GOR) itu akan berstandar internasional dan diutamakan bagi para penyandang disabilitas di Solo.
Baca juga : Peparnas Papua: Hari Pertama Atletik Sediakan 34 Emas
Kendati lahir dan besar di Riau, atlet putri terbaik Federasi Bulu Tangkis Dunia Ratri memilih Solo karena melihat potensi atlet-atlet disabilitas banyak terdapat di kota yang terkenal dengan batik tulisnya itu.
Ia ingin muncul lebih banyak lagi bibit atlet disabilitas yang mampu menciptakan prestasi jauh lebih baik dari dirinya. Ia menargetkan pusat olahraga itu juga bisa menjadi tempat pembinaan atlet usia dini dari penyandang disabilitas terutama untuk cabang bulu tangkis.
"Saya ingin ada sebuah pusat olahraga mengkhususkan diri bagi pengembangan bakat para penyandang disabilitas, terutama mereka yang berkursi roda. Fasilitas seperti ini bisa dibilang masih sangat sedikit. Kenapa tidak di Riau? Salah satunya karena di sana pemerintah setempat sudah menyiapkan bangunan serupa usai saya dari Paralimpiade Tokyo 2020," kata atlet kelahiran Bangkinang, Kampar, 6 Mei 1991.
Ratri, panggilan akrabnya, akan mengikuti jejak legenda bulu tangkis Indonesia seperti Taufik Hidayat, Candra Wijaya, Sony Dwi Kuncoro dan sejumlah nama lainnya yang telah membangun pusat olahraga dan pembinaan atlet usia dini usai pensiun sebagai atlet.
Demikian dikatakan Ratri usai mengikuti konferensi pers di Media Center Kominfo Peparnas Papua di Swiss-belhotel Papua, Kota Jayapura, Minggu (7/11/2021). Menurut Ratri, gedung olahraga (GOR) itu akan berstandar internasional dan diutamakan bagi para penyandang disabilitas di Solo.
Baca juga : Peparnas Papua: Hari Pertama Atletik Sediakan 34 Emas
Kendati lahir dan besar di Riau, atlet putri terbaik Federasi Bulu Tangkis Dunia Ratri memilih Solo karena melihat potensi atlet-atlet disabilitas banyak terdapat di kota yang terkenal dengan batik tulisnya itu.
Ia ingin muncul lebih banyak lagi bibit atlet disabilitas yang mampu menciptakan prestasi jauh lebih baik dari dirinya. Ia menargetkan pusat olahraga itu juga bisa menjadi tempat pembinaan atlet usia dini dari penyandang disabilitas terutama untuk cabang bulu tangkis.
"Saya ingin ada sebuah pusat olahraga mengkhususkan diri bagi pengembangan bakat para penyandang disabilitas, terutama mereka yang berkursi roda. Fasilitas seperti ini bisa dibilang masih sangat sedikit. Kenapa tidak di Riau? Salah satunya karena di sana pemerintah setempat sudah menyiapkan bangunan serupa usai saya dari Paralimpiade Tokyo 2020," kata atlet kelahiran Bangkinang, Kampar, 6 Mei 1991.