santripreneur
Menparekraf Ajak Santri Berani Berwirausaha dan Kuasai Teknologi
Muhajirin
Senin, 08 November 2021 - 21:09 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno saat meresmikan wisata religi Hamzanwadi yang berada di Kompleks Makam Pahlawan Nasional TGKH M Zainuddin Abdul Majdi pada Jumat (5/11/2021). (foto: nwdi online)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak para santri untuk berani berwirausaha dan menguasai teknologi. Dua skill tersebut sangat penting sebagai bekal masa depan para santri.
Hal itu ia sampaikan saat meresmikan wisata religi Hamzanwadi yang berada di Kompleks Makam Pahlawan Nasional TGKH M Zainuddin Abdul Majdi pada Jumat (5/11/2021). Dia menyebut, konsep wisata religi harus mampu berkontribusi dalam meningkatkan daya ekonomi masyarakat.
Dalam hal itu, peran santri sangat dibutuhkan untuk mengembangkan wisata religi. Dia menyebut Kemenparekraf telah melakukan terobosan agar santri bisa mengambil peran vital dalam konsep pengembangan wisata religi, salah satunya melalui program santri digital preneur.
Dia berharap para santri, terkhusu santri Pondok Pesantren Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Pancor bisa ikut serta dalam program tersebut.
“Kami punya program santri digital preneur, yakni untuk melatih santri membuat konten 3D, seperti podcast dan lainnya, tahun 2022 nanti, kami harap santri dan santriwati kita di sini bisa ikut serta,” kata Sandiaga melalui akun instagram-nya, dikutip Senin (8/11/2021).
Dia juga berpesan kepada para santri untuk lebih inovatif, menguasai teknologi dan berani berwirausaha. Ini karena produk Indonesia memiliki pangsa pasar yang luas, khususnya di kawasan Timur Tengah.
“Kami tentu berharap santri kita bisa menjadi pengusaha yang sukses hingga ke luar negeri, seperti contoh di Abu Dhabi. Kuncinya berani berwirausaha dan kuasai teknologi,” ucap Sandiaga.
Hal itu ia sampaikan saat meresmikan wisata religi Hamzanwadi yang berada di Kompleks Makam Pahlawan Nasional TGKH M Zainuddin Abdul Majdi pada Jumat (5/11/2021). Dia menyebut, konsep wisata religi harus mampu berkontribusi dalam meningkatkan daya ekonomi masyarakat.
Dalam hal itu, peran santri sangat dibutuhkan untuk mengembangkan wisata religi. Dia menyebut Kemenparekraf telah melakukan terobosan agar santri bisa mengambil peran vital dalam konsep pengembangan wisata religi, salah satunya melalui program santri digital preneur.
Dia berharap para santri, terkhusu santri Pondok Pesantren Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Pancor bisa ikut serta dalam program tersebut.
“Kami punya program santri digital preneur, yakni untuk melatih santri membuat konten 3D, seperti podcast dan lainnya, tahun 2022 nanti, kami harap santri dan santriwati kita di sini bisa ikut serta,” kata Sandiaga melalui akun instagram-nya, dikutip Senin (8/11/2021).
Dia juga berpesan kepada para santri untuk lebih inovatif, menguasai teknologi dan berani berwirausaha. Ini karena produk Indonesia memiliki pangsa pasar yang luas, khususnya di kawasan Timur Tengah.
“Kami tentu berharap santri kita bisa menjadi pengusaha yang sukses hingga ke luar negeri, seperti contoh di Abu Dhabi. Kuncinya berani berwirausaha dan kuasai teknologi,” ucap Sandiaga.
(jqf)