Menkes Serius Kejar Vaksinasi Lansia
Muhammad rifai akif
Selasa, 09 November 2021 - 07:32 WIB
Ilustrasi tenaga medis menyuntikkan vaksin pada lansia. Foto : LANGIT7/iStock
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui vaksinasi pada kelompok lansia terbilang sulit. Menkes Budi pun mengatakan akan mengejar mati-matian vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat berisiko terutama lansia.
"Memang lansia ini lebih sulit. Teman-teman saya yang dokter dan perawat, orang tuanya lansia diajak (vaksinasi) aja belum tentu mau," kata Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX, Senin {9/11/2021) kemarin.
Baca juga : Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19 Pemerintah Minta Percepatan Vaksinasi Lansia
Budi menambahkan Kemenkes akan bekerjasama dengan unsur terkait untuk meningkatkan laju vaksinasi pada lansia. Menurut Budi dibutuhkan trik khusus untuk mengajak gologan lansia mau vaksinasi, karena baru mencangkup 42 persen saja.
"Kita akan mati-matian mengejar masyarakat berisiko tinggi terutama lansia," katanya.
Dari kacamata medis, vaksinasi diberikan pada masyarakat berisiko masuk rumah sakit dan berisiko meninggal dunia.
"Bapak Presiden juga bilang, itu semua lansia harus dikejar. Karena kalau nanti ada kenaikan lagi, ini yang masuk rumah sakit dan wafat dan itu kejadian di Eropa dan Singapura. Pasien yang masuk rumah sakit dan wafat adalah para lansia yang tidak disuntik vaksin COVID-19 kemudian tertular," ujarnya.
"Memang lansia ini lebih sulit. Teman-teman saya yang dokter dan perawat, orang tuanya lansia diajak (vaksinasi) aja belum tentu mau," kata Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX, Senin {9/11/2021) kemarin.
Baca juga : Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19 Pemerintah Minta Percepatan Vaksinasi Lansia
Budi menambahkan Kemenkes akan bekerjasama dengan unsur terkait untuk meningkatkan laju vaksinasi pada lansia. Menurut Budi dibutuhkan trik khusus untuk mengajak gologan lansia mau vaksinasi, karena baru mencangkup 42 persen saja.
"Kita akan mati-matian mengejar masyarakat berisiko tinggi terutama lansia," katanya.
Dari kacamata medis, vaksinasi diberikan pada masyarakat berisiko masuk rumah sakit dan berisiko meninggal dunia.
"Bapak Presiden juga bilang, itu semua lansia harus dikejar. Karena kalau nanti ada kenaikan lagi, ini yang masuk rumah sakit dan wafat dan itu kejadian di Eropa dan Singapura. Pasien yang masuk rumah sakit dan wafat adalah para lansia yang tidak disuntik vaksin COVID-19 kemudian tertular," ujarnya.