LANGIT7.ID - , Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui vaksinasi pada kelompok lansia terbilang sulit. Menkes Budi pun mengatakan akan mengejar mati-matian vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat berisiko terutama lansia.
"Memang lansia ini lebih sulit. Teman-teman saya yang dokter dan perawat, orang tuanya lansia diajak (vaksinasi) aja belum tentu mau," kata Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX, Senin {9/11/2021) kemarin.
Baca juga : Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19 Pemerintah Minta Percepatan Vaksinasi LansiaBudi menambahkan Kemenkes akan bekerjasama dengan unsur terkait untuk meningkatkan laju vaksinasi pada lansia. Menurut Budi dibutuhkan trik khusus untuk mengajak gologan lansia mau vaksinasi, karena baru mencangkup 42 persen saja.
"Kita akan mati-matian mengejar masyarakat berisiko tinggi terutama lansia," katanya.
Dari kacamata medis, vaksinasi diberikan pada masyarakat berisiko masuk rumah sakit dan berisiko meninggal dunia.
"Bapak Presiden juga bilang, itu semua lansia harus dikejar. Karena kalau nanti ada kenaikan lagi, ini yang masuk rumah sakit dan wafat dan itu kejadian di Eropa dan Singapura. Pasien yang masuk rumah sakit dan wafat adalah para lansia yang tidak disuntik vaksin COVID-19 kemudian tertular," ujarnya.
Dikatakan Budi situasi yang sama juga terjadi pada vaksinasi untuk penduduk di daerah pedalaman sebab membutuhkan skil khusus untuk bisa menembus kawasan tersebut. Karenanya Kemenkes bekerjasama dengan TNI Polri dan komunitas pecinta alam untuk menjangkau masyarakat pedalaman.
Baca juga : Vaksin Pfizer Datang Lagi, Pemerintah Fokus Vaksinasi Lansia dan Remaja(est)