PP Persis: Dakwah Media Harus Sesuai Tuntunan Islam
Fajar adhitya
Selasa, 09 November 2021 - 19:42 WIB
Sekum PP Persis Ustaz Haris Muslim. Foto: Istimewa.
Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) menyatakan penggunaan media berbasis teknologi, informasi, dan komunikasi sangat penting guna memaksimalkan dakwah Islam. Karenanya, media dakwah harus dikelola secara profesional serta sesuai tuntunan Islam.
Sekretaris Umum PP Persis, Ustaz Haris Muslim mengapresiasi kiprah tim media Persis.or.id yang telah memublikasikan agenda dakwah jam'iyyah. Ia mendorong tim media terus menelurkan ide-ide baru dalam mengembangkan media resmi PP Persis.
Di samping itu, ia menekankan agar kerja-kerja tim media sesuai dengan kode etik jurnalistik serta selaras dengan nilai-nilai Islam. Dalam memublikasikan tulisan atau artikel harus benar-benar menggambarkan sikap atau suara resmi jam'iyyah.
Baca Juga:Wapres Sebut Kemajuan Ekonomi Syariah Bisa Diwujudkan Lewat Perguruan Tinggi
“Kehati-hatian harus diutamakan dalam membuat suatu berita atau artikel," katanya dalam musyawarah kerja dan silaturahim tim website jam'iyyah di kantor PP Persis Bandung, dikutip Selasa (9/11/2021).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan semua narasi harus sudah terkonfirmasi secara jam'iyyah. Sehingga, nantinya tidak ada yang perlu diluruskan ketika sebuah berita sudah diterbitkan.
Baca Juga:Dorong Minat Sains, Gramedia Gelar Kompetisi Bahan Daur Ulang
Sekretaris Umum PP Persis, Ustaz Haris Muslim mengapresiasi kiprah tim media Persis.or.id yang telah memublikasikan agenda dakwah jam'iyyah. Ia mendorong tim media terus menelurkan ide-ide baru dalam mengembangkan media resmi PP Persis.
Di samping itu, ia menekankan agar kerja-kerja tim media sesuai dengan kode etik jurnalistik serta selaras dengan nilai-nilai Islam. Dalam memublikasikan tulisan atau artikel harus benar-benar menggambarkan sikap atau suara resmi jam'iyyah.
Baca Juga:Wapres Sebut Kemajuan Ekonomi Syariah Bisa Diwujudkan Lewat Perguruan Tinggi
“Kehati-hatian harus diutamakan dalam membuat suatu berita atau artikel," katanya dalam musyawarah kerja dan silaturahim tim website jam'iyyah di kantor PP Persis Bandung, dikutip Selasa (9/11/2021).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan semua narasi harus sudah terkonfirmasi secara jam'iyyah. Sehingga, nantinya tidak ada yang perlu diluruskan ketika sebuah berita sudah diterbitkan.
Baca Juga:Dorong Minat Sains, Gramedia Gelar Kompetisi Bahan Daur Ulang